IMG_0453Humas-stks, Bandung – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menutup Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas XV 2016) yang digelar di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Senin (24/10).

Mensos mengimbau para gubernur se-Indonesia untuk tidak membedakan nilai apresiasi atau bonus kepada atlet PON dan Peparnas sebagai bentuk kesetaraan perlakuan bagi prestasi atlet Indonesia.

“Saya imbau para gubernur se-Indonesia untuk tidak membedakan apresiasi atau bonus kepada atlet yang telah berprestasi baik atlet PON maupun atlet Peparnas”.

Menurutnya masalah kesetaraan perlakuan bagi atlet itu merupakan salah satu bahasan dalam rapat koordinasi dengan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Pemuda dan Olahraga.

Menurut Mensos, kesetaraan pemenuhan hak itu merupakan salah satu butir pasal dari UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas. Siapapun dan elemen apapun semuanya mendapat perlakuan sama dan berupaya maksimal untuk memberikan hak dasar penyandang disabilitas.

Mensos mengapresiasi para atlet Peparnas dan tuan rumah Peparnas, Jawa Barat yang telah menunjukkan kesungguhannya dalam ajang olahraga yang berlangsung selama sembilan hari.

Mensos berharap semangat Peparnas bisa menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas seluruh Indonesia untuk bisa berkarya dan meraih prestasi.

Mensos juga menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet dan berharap empat tahun lagi bisa berjumpa lagi di Peparnas XVI Papua.(f.rizki)***