PhotoGrid_1477538961786Humas-Stks, Bandung – Visi STKS Bandung menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia pada tahun 2020, menempatkan posisi dosen sebagai tenaga pendidik yang memegang peranan penting dalam pencapaiannya. Dengan diberlakukannya UU Nomor 14 Tahun 2005, dosen semakin dituntut untuk mengembangkan tugas pokoknya yang semula ditekankan pada tugas mengajar, menjadi pendidik profesional dengan tugas utama mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Data yang ada saat ini, sebanyak 62 dari 69 orang dosen yang ada di STKS Bandung atau sebesar 89,85%, berada pada jenjang Lektor Kepala dan sisanya pada jenjang Lektor. Merujuk pada persyaratan untuk menjadi Guru Besar, antara lain memiliki ijazah S3 dan pengalaman kerja sebagai dosen minimal 10 tahun, menulis karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi serta mengajukan usulan sebagai Guru Besar minimal setelah tiga tahun setelah memperoleh ijazah S3, maka dosen STKS mempunyai potensi yang cukup besar untuk diajukan sebagai Guru Besar, dimana saat ini terdapat 30 orang dosen dengan kualifikasi pendidikan akademik S3.

Berdasarkan hal tersebut diatas, Sub bagian Kepegawaian mengadakan kegiatan sosialisasi pengusulan guru besar dan penilaian angka kredit dosen secara online, yang dihadiri oleh seluruh dosen dan pejabat struktural di lingkungan STKS Bandung, Rabu (26/10). Ada tiga materi yang dibahas pada kegiatan ini yaitu Kebijakan Kemenristek Dikti tentang pengajuan Guru Besar, Teknik dan Cara Efektif Mengajukan Kenaikan Jabatan Menjadi Guru Besar serta Teknik mengoperasikan Sistem Penilaian Angka Kredit Dosen Secara Online. Ketiga materi ini disampaikan oleh narasumber dari Kemenristek Dikti yaitu Yusni Tarigan, SE; Prof. Fuad Abdul Hamied, MA, Ph.D dan Jimmi S.Kom, M.Kom.

Sebenarnya pengusulan guru besar tidak sulit dilakukan asalkan memenuhi persyaratan, namun yang sering terjadi seorang dosen gagal diusulkan sebagai guru besar karena tidak bisa memenuhi persyaratan khusus menulis karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Jurnal internasional yang dimaksud adalah jurnal yang memenuhi kriteria terindeks pada databade internasional Web of Science, Scopus atau Microsoft Academic Research dengan kriteria tambahan mempunyai faktor dampak dari ISI Web of Science (Thomson Reuteurs) atau dari Scimago Journal Rank (SJR).

Dosen juga harus mempunyai kemampuan computer literacy yang baik, mampu mencari jurnal di bidangnya dan mengetahui jurnal mana yang abal-abal, mampu menulis karya ilmiah yang baik minimal sesuai panduan Elsevier serta menemukan laman-laman terkait melalui pencarian digital library. Selain itu, dosen juga direkomendasikan untuk mempunyai profil akademik my citation (kutipan saya) di Google Scholar atau Researchgate. Saat ini terdapat sekitar 60 jurnal internasional di bidang pekerjaan sosial, yang bisa dijadikan peluang besar bagi dosen STKS untuk menulis di jurnal tersebut.

Pada pertemuan ini juga dibahas mengenai penilaian angka kredit (PAK) dosen secara online yang rinciannya dapat dilihat di laman http://pak.ristekdikti.go.id. Kebijakan penilaian secara online ini bertujuan untuk meminimalisir kehilangan berkas dan lebih efektif karena PAK bisa langsung dicetak oleh aplikasi. Dengan sistem ini dosen dituntut untuk lebih aktif dan melek teknologi.

Sistem penilaian angka kredit semi online sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2011, namun penilaiannya sendiri masih dilakukan secara manual dan baru dilaksanakan online secara keseluruhan pada Juli 2015. Dengan sistem yang baru ini, kelebihan angka kredit sudah tidak dihitung lagi dan semakin tinggi jabatan akademiknya maka angka kredit bidang penelitiannya harus semakin besar. Terkait pengusulan Guru Besar, penilaian dilihat dari linieritas pendidikan terakhir, penugasan dan karya ilmiahnya serta memiliki jurnal internasional yang bereputasi.

Peningkatan kualitas dan profesionalitas dosen menjadi syarat mutlak bagi kemajuan STKS Bandung. Melalui sosialisasi ini diharapkan bisa menambah pengetahuan dan pemahaman bersama sehingga rencana pengajuan dosen STKS sebagai guru besar yang akan dimulai pada tahun 2017 dapat terlaksana.***d.friyana