Humas-stks, Bandung – Dalam rangka memberikan penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung sebagai calon pekerja sosial professional, Program Pendidikan Diploma IV (Prodi D-IV) STKS Bandung, melaksanakan Kuliah Umum dengan tema “Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif Undang-Undang dan Perkembangan Rancangan Undang-Undang Praktik Pekerjaan Sosial”, pada Selasa (8/11), bertempat di gedung auditorium kampus STKS.

IMG_4075Secara resmi kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Kabadiklit Pensos) Kementerian Sosial RI, Edi Suharto, Ph.D. dalam sambutanya Kabadiklit Pensos menyampaikan “dalam konteks kemiskinan, kita kenal adanya suatu pendekatan yaitu pendekatan masalah (problem based perspective) pendekatan ini yang menilai orang miskin dikarenakan mereka mengalami masalah-masalah ketidak mampuan, tetapi dalam konteks pekerjaan sosial paradigma ini sekarang sedang bergeser dari problem based menjadi right based yaitu pendekatan dalam memotret kemiskinan berdasarkan hak. Dalam perspektip ini orang miskin tidak lagi dilihat sebagai orang yang bermasalah, kemiskinan juga tidak dilihat lagi dalam ketidak mampuan dan kekurangan tetapi akan dilihat sebagai adanya hak-hak orang miskin yang belum terpenuhi sepenuhnya oleh Negara”, oleh karena itu ini merupakan kuliah yang sangat penting dihadiri kita sekalian.

IMG_4138Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), DR. H. M Ali Taher, SH, M.Hum. Ketua Komisi VIII DPR menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tugas mulia dan sekaligus merupakan amanat konstitusi. Oleh karena itu, dalam menyelenggarakan pemerintahan, pemerintah wajib menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak warga secara holistik, bermartabat dan berdaulat yang termuat dalam Undang-Undang dasar 1945.

IMG_4159Kegiatan dihadiri dan diikuti oleh Ketua STKS, DR. Dwi Heru Sukoco, M.Si, para Pejabat Struktural dilingkungan STKS, para Fungsional Dosen dan mahasiswa dari Prodi D-IV dan Prodi Pascasarjana Spesialis 1 Pekerjaan Sosial.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para akademisi dan praktisi pekerjaan sosial khususnya para dosen dan mahasiswa STKS sehingga mampu memahami dinamika perubahan sosial dan mampu memecahkan masalah kesejahteraan sosial di Indonesia.(f.rizki/dok.humas-stks)***