Humas-Stks, Bandung – Mulai 5 September – 14 November 2017 mendatang, 367 orang mahasiswa STKS angkatan 2014 yang terdiri atas 127 orang mahasiswa dan 240 orang mahasiswi akan melaksanakan kegiatan Praktikum II Tahun Akademik 2017/2018. Praktikan yang terbagi ke dalam 53 kelompok akan menfokuskan aktifitas praktikumnya di 10 seting yaitu Anak, Disabilitas, HIV AIDS, Industri, Kemiskinan, Koreksional, Lanjut Usia, Medis, Napza dan Pendidikan. Praktikum II yang memiliki bobot 12 SKS ini nantinya akan dibimbing oleh 56 orang supervisor, 15 liason dan 53 pembimbing lokal di masing-masing lokasi.

Berbeda dengan pelaksanaan praktikum II sebelumnya yang biasanya diselenggarakan di kota/kabupaten di Jakarta dan Jawa Barat, maka tahun ini pelaksanaan praktikum II juga dilakukan di Jawa Timur. Pesebaran lokasi berada di 4 kota dan 9 kabupaten di wilayah Jawa Barat yaitu Bandung, Bogor, Bekasi, Cirebon, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Garut, Sumedang, Subang, Purwakarta, Cianjur, dan Sukabumi serta 4 kota di DKI Jakarta yaitu Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara; sedangkan di Jawa Timur nantinya akan dipusatkan di lokasi Desaku Menanti di Kota Malang. Disampaikan oleh Ketua STKS dalam sambutannya pada acara pelepasan mahasiswa peserta Praktikum II tadi pagi, Senin (4/9), bahwa Desaku Menanti merupakan salah satu program unggulan Direktorat Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI yang ditujukan untuk membangun komunitas yang berdaya dari keluarga pengemis (gepeng). ”Praktikum di lokasi Desaku Menanti merupakan respon STKS terhadap program Kementerian Sosial, dimana sebagai institusi akademik STKS berkepentingan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial secara nyata di masyarakat “, tambah beliau.

Praktikum II merupakan praktikum pekerjaan sosial berbasis institusi, dimana pelayanan sosial diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Pada praktikum ini, mahasiswa dituntut  untuk menguasai 3 (tiga) aspek yaitu pengetahuan, keterampilan dan nilai yang dibarengi dengan pengalaman praktik di lapangan. Melalui pelaksanaan praktikum ini, praktikan diharapkan mampu memahami konsep dan praktik pelayanan dari LKS yang menjadi lokasi praktikum dan melakukan praktik intervensi kepada penerima layanan yang berada di lembaga tersebut, yang difokuskan pada praktik pekerjaan sosial mikro. Ketua STKS juga berpesan agar seluruh praktikan menjaga sikap dan perilaku yang baik, serta membangun relasi yang baik terutama dengan sasaran pelayanan (klien)sehingga memudahkan praktikan dalam pelaksanaan praktik.

Acara pelepasan mahasiswa peserta Praktikum II ini ditandai dengan pemasangan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa dan pelepasan burung merpati di depan Gedung Rektorat oleh Ketua STKS beserta unsur pimpinan dan perwakilan dosen.***nyna