Humas-Stks, Bandung – Setelah sebelumnya menandatangani perjanjian kerjasama tentang pengembangan kapasitas, kurikulum dan laboratorium pekerjaan sosial pada bulan Agustus 2017 yang lalu, STKS Bandung dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Pekerjaan Sosial (BBPPKS) Makassar kembali melakukan pertemuan untuk membahas tindak lanjut pelaksanaan kerja sama kedua belah pihak, Kamis (19/10). Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Utama, Kampus STKS Bandung, juga dihadiri oleh perwakilan 11 Unit Kajian dan Layanan, Pendamping Desa dari Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung sebagai salah satu lokasi laboratorium outdoor STKS Bandung serta mahasiswa.

Kepala BBPPKS Makassar, Toto Restuanto Sembodo, menyampaikan bahwa poin penting dari pertemuan ini adalah terjalinnya kerjasama di antara stakeholder. Pembentukan laboratorium outdoor dianggap sebagai sebuah embrio diklat yang sifatnya lebih bebas dan praktis. Lebih lanjut Toto menjelaskan bahwa BBPPKS Makassar ingin mengembangkan laboratorium outdoor baik klinis maupun komunitas. Target yang ingin dicapai adalah terciptanya suatu produk aplikatif dan sifatnya based practice yang bisa menjadi percontohan dan diterapkan di dalam diklat. Harapannya di awal kerja sama ini STKS bisa menawarkan 5 paket terkait lima masalah yaitu masalah kerentanan, kemiskinan, disabilitas, kebencanaan dan keterlantaran. 5 paket ini nantinya akan dijadikan modul yang akan dirancang menjadi kurikulum diklat khusus wilayah regional V Sulawesi. Tim STKS nantinya juga diharapkan bisa memperkuat kompetensi Tim Balai, sekaligus melakukan pendampingan.

STKS Bandung sendiri sejak tahun 1980 sudah menerapkan laboratorium outdoor pekerjaan sosial untuk menunjang kegiatan praktikum mahasiswa, yang menyasar PMKS dan organisasi kemasyarakatan. Mulai tahun 2015 sampai sekarang, laboratorium outdoor STKS juga dilaksanakan di 8 lokasi yang menjadi sasaran Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) di Jawa Barat, yaitu Desa Maruyung, Pacet; Desa Margamukti, Pangalengan; Desa Rawabogo, Ciwidey; Desa Cibiru Wetan, Cileunyi dan Desa Ciburial, Cimenyan di Kabupaten Bandung; Desa Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat; Desa Sukaratu, Gekbrong di Kabupaten Cianjur serta Desa Gede Pangrango, Kadudampit di Kabupaten Sukabumi. Lokasi DSM ini juga diarahkan sebagai tempat pelaksanaan praktikum mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial dan Program Pascasarjana Spesialis-1 Pekerjaan Sosial. Selain sebagai tempat pelaksanaan praktikum, wujud kegiatan yang dilakukan di laboratorium outdoor ini berupa pengembangan masyarakat, bantuan sosial, pengembangan kapasitas SDM dan jaringan. Khusus untuk mahasiswa program pascasarjana spesialis-1 dalam jangka waktu 1 tahun pelaksanaan praktikum dan penelitian juga harus membuat model penanganan masalah sosial yang bersifat mikro, meso dan makro.***nyna