Bandung (17 Oktober 2918) – Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mewisuda 385 orang Program Studi Pekerja Sosial Program Spesialis dan Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Rabu.

Dalam arahannya dihadapan para mahasiswa STKS dan orangtua wisudawan, Mensos meyakini lulusan STKS dapat menjadi agen perubahan sosial.

“Saya memiliki keyakinan dan harapan besar bahwa lulusan STKS mampu menjadi agen perubahan sosial yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa mendatang,” pesan Mensos dalam arahannya pada wisuda yang berlangsung di Aula STKS Bandung.

mensos4 mensos2 mensos3 mensos1 mensos5 mensos6

 

Mensos menjelaskan sebagai agen perubahan sosial, maka seorang pekerja sosial profesional harus mampu membantu menangani masalah-masalah psikososial individu, keluarga dan kelompok. Pekerja sosial juga harus siap untuk melakukan perencanaan sosial, pengembangan masyarakat dan bisa menjadi tokoh sekaligus pendamping sosial yang mengawal perubahan sosial.

“Artinya ia mampu terjun ke masyarakat dan membimbing mereka mengikuti perkembangan zaman terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Ia menyontohkan, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, seorang Pekerja Sosial harus berpikir kreatif bagaimana memanfaatkannya dalam pelayanan sosial. Jangan terjebak pelayanan yang di panti saja.

“Misalnya di lembaga kesejahteraan sosial anak, Pekerja Sosial tidak hanya memberikan layanan di dalam lembaga saja. Namun memanfaatkan teknolog untuk menjangkau layanan lebih luas lagi melalui pelayanan sosial digital, lewat internet, aplikasi, konseling jarak jauh,” katanya optimistis.

Dikatakannya era revolusi industri 4.0 menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, dsb. Menghadapi tantangan tersebut, Pekerja Sosial harus menciptakan peluang misalnya di tengah maraknya informasi di berbagai media sosial maupun aplikasi pesan Whatsapp, Pekerja Sosial dapat mengajak masyarakat lebih selektif dan menyaring dengan baik informasi yang masuk.

“Ajak masyarakat menjadi pembelajar terus menerus sehingga menjadi masyarakat sadar informasi dan bisa turut perpartisipasi aktif menangkan kabar hoax yang kini makin marak,” katanya.

Ia berharap, lulusan STKS menjadi problem solver bagi berbagai tantangan yang dihadapi di masyarakat. Contohnya Pekerja Sosial di Layanan Kesejahteraan Sosial Lansia membuka layanan daycare sendiri, mengajak para lansia berkumpul, kemudian menyusun program pengisian waktu luang, mengajak mereka lebih produktif dengan berbagai keterampilan dan kegiatan olah raga.

“Saya optimistis Pekerja Sosial lulusan STKS mampu melakukannya,” tuturnya.

Sebanyak 385 mahasiswa lulusan STKS Bandung yang diwisuda terdiri dari Wisudawan Program Studi Pekerja Sosial Program Spesialis sebanyak 24 orang dan Wisudawan Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan sebanyak 361 orang.

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung adalah Lembaga Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) yang didirikan pada 1 September 1964 oleh Departemen Sosial. Sekolah Tinggi ini menyelenggarakan Program Pendidikan Diploma 4 Pekerjaan Sosial. Sekolah Tinggi menghasilkan lulusan-lulusan kompeten dalam bidang Pekarjaan Sosial.

Lulusan terbaik untuk Program Studi Pekerja Sosial Program Spesialis adalah Mira Nitakusminar asal Mataram dnegan nilai yudisium 3.84. Selanjutnya, lulusan terbaik untuk Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan adalah Baiq Novi Cahyani Fajriati asal Mataram dengan nilai yudisium 3.90.

Pada Tahun Akademik 2018/2019, STKS Bandung memiliki jumlah mahasiswa aktif sebanyak 1.870 orang, terdiri dari 1.745 orang mahasiswa Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan, 25 orang Program Studi Rehabilitasi Sosial Program Sarjana Terapan, 55 orang mahasiswa Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial Program Sarjana Terapan, 27 orang mahasiswa Program Studi Pekerja Sosial Program Spesialis-1 dan 18 orang mahasiswa Program Studi Pekerjaan Sosial Program Magister Terapan.

Jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun akademik 2018/2019 sebanyak 403 orang, yang merupakan hasil seleksi dari 2.487 orang pendaftar. Demikian juga untuk program Program Studi Pekerjaan Sosial Program Magister Terapan Tahun Akademik 2018/2019 ini menerima mahasiswa baru sebanyak 18 orang.

Dari sisi SDM, STKS Bandung memiliki 70 orang dosen dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 33 orang dan S2 sebanyak 37 orang. Saat ini juga sedang dipersiapkan Calon Dosen sebanyak 11 orang yang terdiri dari 5 orang CPNS Dosen dan 6 orang melalui kegiatan magang Calon Dosen baik di kegiatan perkuliahan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu STKS juga memiliki 78 orang tenaga kependidikan.

Dari sisi sarana prasarana, STKS memiliki ruang kelas, ruang perkantoran, perpustakaan, laboratorium indoor dan outdoor, sarana olahraga, gedung auditorium dan gedung Pascasarjana.

Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial RI