Usai transformasi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) menjadi Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Untuk menghasilan SDM terampil, maka harus dikelola oleh personel handal yang peka terhadap perubahan zaman terlebih di era revolusi industri 4.0, salah satunya di bidang kehumasan, ” ujar Wakil Direktur Poltekesos Admiral Nelson Aritonang dalam sambutannya di Gedung Poltekesos, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019).

 

Kegiatan bertema, “Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM di Bidang Kehumasan,” ini merupakan jawaban dari arahan Menteri Sosial pada Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

“Tuntuan di era revolusi industri 4.0 humas Poltekesos mesti mengadopsi karakter Humas kekinian yang lebih partisipatif sejalan dengan fungsinya menjembatani kepentingan pemerintah dengan masyarakat, ” ujar Benny Setia Nugraha, pembicara pertama di kegiatan itu.

Bimbingan teknis (Bimtek) Poltekesos diikuti oleh personel bidang kehumasan, pengelola unit instalasi, serta para mahasiswa. Diisi materi tentang kiat dan strategi mempublikasikan isu-isu teranyar, kegiatan serta program.

Ke depan, Poltekesos perlu membangun pelayanan publik dengan strategi menyebarluaskan informasi kepada para stakeholder, Presiden, Menteri Sosial, DPR serta masyarakat, sesuai dengan semangat UU No 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Humas di zaman now tak sekedar mendokumentasikan saja, melainkan bagaimana bisa menangkap dan mengolah isu-isu seiring revolusi industri 4.0 terkait prestasi dan kinerja Poltekesos sehingga masyarakat menjadi tahu,” tandasnya.

Pembicara kedua, Hamdan, redaktur media cyber Indonesiaplus.id menyampaikan strategi pembuatan berita dan teknik-teknik dasar jurnalistik sekaligus praktik langsung penulisan yang diikuti peserta dengan antusias.

“Penulisan berita dimulai dari mindset yang benar, bahwa menulis itu suatu kebutuhan terlebih bagi petugas humas. Mereka harus mengikuti perkembangan digital yang didukung platform media sosial dan tidak berbasis kertas lagi, ” ucap mantan jurnalis Rakyat Merdeka itu.

sumber : http://www.indonesiaplus.id