Aksi Donor Darah SBSM STKS & PMI

donor darah jan 2016

Satuan Bhakti Sosial Mahasiswa (SBSM) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, menggelar Aksi Donor Darah di gedung Dikti lama kampus STKS pada, kamis (28/1). (f.rizki – Dok.Humas)***

PISAH SAMBUT KETUA STKS, MENUJU TRANSISI KEPEMIMPINAN

pisah sambutBandung, STKS – Suasana haru menyelimuti acara pisah sambut Ketua STKS Bandung di Ruang Dikti, Kampus STKS Bandung, pada Kamis pagi (14/1) antara Dr. Kanya Eka Santi, MSW dan Dr. Dwi Heru Sukoco, M.Si. Luapan emosi semakin terasa ketika Dr. Kanya Eka Santi, MSW menyampaikan sambutan perpisahannya di depan seluruh pegawai STKS Bandung dan tamu undangan, yang dilanjutkan dengan penanyangan video kenangan beliau selama empat tahun menjabat sebagai Ketua STKS.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor Orpeg. 14 B-I-8/2016 sampai dengan Orpeg. 14 B-I-48 pada tanggal 6 Januari 2016 lalu, Dr. Kanya Eka Santi, MSW dilantik untuk menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, sedangkan Dr. Dwi Heru Sukoco, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial dilantik sebagai Ketua STKS Bandung yang baru.

Acara pisah sambut Ketua STKS ini juga dihadiri oleh Kepala Badiklitpensos, Mu’man Nuryana, MSc., Ph.D dan Sekretaris Badiklitpensos, Drs. Heri Krissritanto. Dalam sambutannya, Kepala Badiklitpensos menyampaikan selamat atas jabatan baru yang diraih oleh kedua pejabat. Kepala B
adiklitpensos juga berpesan kepada Ketua STKS yang baru untuk merancang agenda kerja 90 hari pertama untuk melakukan penilaian dan mencari informasi publik mengenai organisasi STKS, untuk selanjutnya bisa menentukan prioritas-prioritas utama dari lembaga yang dipimpin. Ketua STKS juga diharapkan nantinya bisa menciptakan perubahan besar dan mendasar demi kelangsungan STKS Bandung sebagai salah satu world class university dalam bidang pekerjaan sosial di ASEAN.***humas-stks/d.friyana.

MENWA KOMPI BS STKS BANDUNG IKUTI DIKSAR KEMILITERAN MENWA MAHAWARMAN JAWA BARAT

Humas-stks, Bandung – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, menutup Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Gelombang I TA.2015/2016, di lapangan tembak Gunung Bohong, Cimahi, Rabu (6/1).

Diklatsar Menwa Mahawarman Gelombang I TA.2015/2016 dilaksanakan pada 21 Desember 2015 – 6 Januari 2016, diikuti oleh 185 peserta gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Barat. Pada kegiatan ini  Kompi BS STKS Bandung mengirimkan sebanyak 41 orang siswa Diklatsar  dan merupakan perguruan tinggi  yang mengirimkan siswa terbanyak.

PicsArt_01-07-08.54.07

Dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam III/Siliwangi, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo menyampaikan, “Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini, kita merasakan bahwa kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan menjadi suatu faktor yang semakin penting untuk dimantapkan. Mengingat fenomena perubahan lingkungan strategis akibat arus globalisasi telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, baik yang berdimensi positif maupun negatif.”

Menurutnya, fenomena sosial yang harus selalu dicermati adalah adanya indikasi menipisnya wawasan kebangsaan dan bela negara dimasyarakat.

Pangdam berharap para anggota Menwa dapat benar-benar menjadi bagian dari elemen bangsa yang selalu berjuang membangkitkan semangat cinta tanah air dan persatuan kesatuan anak bangsa di manapun berada.

Upacara penutupan dihadiri oleh Komandan Menwa Mahawarman Jawa Barat, Kasgar II Bandung, para asisten Satuan Kodam Siliwangi dan para Pejabat TNI, Kasmenwa dan para asisten staf komando Menwa Mahawarman, para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Komandan Satuan Menwa Mahawarman serta orang tua siswa peserta Diklatsar Menwa Mahawarman.

Selamat kepada para peserta yang telah mengikuti Diklatsar Menwa Mahawarman Jawa Barat, semoga bekal pengetahuan dan keterampilan bela negara dan wawasan kebangsaan yang telah diterima dapat dipedomani dan diaplikasikan dalam pelaksanaan fungsi dan peran sebagai mahasiswa dan sebagai rakyat terlatih demi kepentingan bangsa dan negara. (f.rizki)***

Kalender Akademik STKS Tahun 2016

Kalender Akademik 2016 for Siak & Web STKS

CEMIJ JAJAKI KERJASAMA PENDIDIKAN KEBENCANAAN DENGAN STKS

PhotoGrid_1447265166958Bandung, STKS – Menurut United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR; Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana), Indonesia merupakan negara yang paling rawan bencana alam di dunia. Berbagai bencana alam mulai gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan rawan terjadi di Indonesia. Bahkan untuk beberapa jenis bencana alam, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam. Inilah yang menasbihkan Indonesia sebagai negara dengan resiko dan dampak bencana alam tertinggi di dunia.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah seharusnya Indonesia memiliki strategi dan standar penanganan bencana sehingga dapat meminimalisir dampak yang terjadi, salah satunya dengan mempelajari metode penanggulangan bencana di negara lain. Pada 18-25 Oktober 2015 yang lalu Tim Kementerian Sosial RI di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial dan Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial melakukan studi banding ke Jepang yang dinilai memiliki metode penanggulangan bencana yang maju baik dari aspek sistem, teknologi, kesiapan dan pelayanan terhadap korban bencana. Untuk menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut, Tim CEMIJ (The Community Emergency Management Institute Japan) diundang datang ke Indonesia sebagai instruktur pada kegiatan pemantapan Tagana Madya di Sentul, Bogor.
Dalam perkembangannya, CEMIJ melihat bahwa pelatihan kebencanaan saja tidak cukup dan perlu adanya dukungan akademisi dalam hal pendidikan kebencanaan dan menjajaki kemungkinan tersebut dengan melakukan kunjungan ke kampus STKS Bandung (9/11). Tim CEMIJ yang diwakili oleh Yuki Nakayama, Ph.D dan Hitoshi Igarashi, MA diterima oleh Pembantu Ketua III, Meiti Subardhini, M.Si., Ph.D beserta jajaran unsur pimpinan dan anggota Pusat Kajian Bencana dan Pengungsi (Puskasi) STKS. Dalam pertemuan ini kedua pihak saling bertukar informasi tentang pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana yang sudah dilakukan. Puskasi STKS sendiri sejak 2001 aktif bekerja sama dengan UNHCR dan memiliki keahlian di bidang manajemen kebencanaan. Misi utama Puskasi adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa, relawan, masyarakat dan badan-badan pemerintahan. Setiap tahun Puskasi melakukan penelitian dan membuat buku khususnya tentang penanganan pengungsi dan terlibat langsung dalam penanganan pengungsi seperti pada bencana tsunami Aceh, gempa Nias, erupsi Gunung Merapi dan gempa Bantul di Yogyakarta. Puskasi juga menjadi konsultan di BNPB dan Kementerian Sosial terkait penyusunan panduan atau manual peraturan atau petunjuk teknis penjabaran dari UU No. 24/2007 mengenai penanggulangan bencana. Di bidang akademik, para dosen yang tergabung dalam Puskasi mengajar mata kuliah di setting kebencanaan dan penanganan pengungsi dan menjadi bimbingan karya ilmiah akhir dan supervisor praktikum di seting kebencanaan .
Adanya peluang kerjasama pendidikan kebencanaan ini sangat disambut baik oleh STKS, terutama untuk Program Studi Pascasarjana Spesialis-1 yang memiliki spesialisasi bencana dan pengungsi. Peluang ini perlu dimanfaatkan agar terjadi suatu interaksi yang positif dalam mengembangkan sistem penanggulangan bencana. Dari hasil pertemuan ini disarankan untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam bentuk program pertukaran mahasiswa dan dosen baik dari STKS maupun universitas di Jepang, pelaksanaan kuliah umum dengan narasumber dari kedua belah pihak universitas serta pelaksanaan short training/workshop bagi dosen dan mahasiswa (selain bagi tagana tentunya) serta simulasi-simulasi untuk merasakan pengalaman sistem penanganan bencana yang berbeda di kedua negara. Dari CEMIJ sendiri berharap ke depannya kedua belah pihak dapat berkolaborasi dan bergabung dalam penelitian-penelitian. Secara teknis, penjajagan kerjasama ini perlu dibicarakan lebih lanjut dan difasilitasi oleh Kemensos RI sehingga saran-saran atau pun harapan yang sudah disampaikan bisa segera ditindaklanjuti.****humas-stks/d.friyana.

Kategori

Polling

Apabila Laboratorium Komputer mengadakan pelatihan komputer, materi pelatihan apa yang anda inginkan ?

View Results

Loading ... Loading ...

Banner