Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial

Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial STKS Bandung diarahkan pada Pekerjaan Sosial Generalis yang menyediakan pendekatan terpadu dan multilevel (mikro, meso, dan makro) untukmencapai tujuan pekerjaan sosial.

Pekerja sosial generalis mengakui adanya interaksi antara masalah personal dan kolektif, mendorong
mereka untuk bekerja dengan berbagai sistem manusia, seperti masyarakat/komunitas, organisasi yang kompleks, kelompok formal, keluarga, dan individu, untuk menciptakan perubahan dalam upaya
memaksimalkan keberfungsian sistem manusia.

Ini berarti pekerja sosial generalis bekerja secara langsung dengan sistem klien di semua tingkatan, menghubungkan klien dengan sumber daya yang tersedia, melakukan intervensi kepada organisasi untuk meningkatkan responsivitas sistem sumber, advokasi kebijakan sosial untuk menjamin pemerataan distribusi sumber daya, dan melakukan penelitian tentang semua aspek praktek pekerjaan sosial.

Praktik pekerjaan sosial generalis dilandasi oleh seperangkat pengetahuan, keahlian dan nilai-nilai praktik, berbagai peraturan perundang-undangan, serta mempertimbangkan kurikulum pendidikan sekolah-sekolah pekerjaan sosial di berbagai negara, khususnya standar global kurikulum pendidikan sekolah-sekolah pekerjaan sosial di bawah The International Association of Schools of Social Work (IASSW), dan The International Federation of Social Workers (IFSW).

PROFIL LULUSAN

Profil lulusan Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerja Sosial memiliki kualifikasi: mampu menganalis masalah sosial, menangani masalah (problem solver), melakukan pemberdayaan masyarakat (empowerment) dan menjadi agen perubahan (change agent).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian pembelajaran/Learning Outcome (LO) pada Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial meliputi aspek sikap, pengetahuan, keterampilan khusus, dan keterampilan umum sebagai berikut:
1. Lulusan Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial harus memiliki sikap, yaitu: bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius; menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika; berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila; berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta
tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa; menghargai keanekaragaman budaya,
pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain; bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan; taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara; menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik; menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahlian Pekerjaan Sosial secara mandiri, serta menginternalisasi semangat
kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan;

2. Lulusan Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial wajib memiliki penguasaan pengetahuan, meliputi: menguasai konsep teoritis pekerjaan sosial: teori tentang manusia sebagai makhluk multidimensi, (multidimensional person theory), teori interaksi (interacting theory), dan teori konteks lingkungan (environmental context theory); menguasai pengetahuan tentang perilaku manusia di dalam lingkungan sosial konteks Indonesia; menguasai prinsip, nilai dan etika pekerjaan sosial; menguasai metode praktik pekerjaan sosial dalam penanganan masalah di level mikro (individu dan keluarga), level messo (kelompok), dan level makro (organisasi dan komunitas); menguasai karakterisktik klien dan bidang pelayanan pekerjaan sosial; menguasai bentuk-bentuk kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia; menguasai fungsi manajemen organisasi pelayanan sosial; serta menguasai metode penelitian pekerjaan sosial untuk penyusunan program
intervensi praktik pekerjaan sosial.

3. Lulusan Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial wajib memiliki keterampilan khusus, yaitu : Mampu melakukan kontak pendahuluan dengan manusia dan lingkungan sosialnya (human system); mampu melakukan asesmen pekerjaan sosial dengan cara mengkaji keterkaitan antara perilaku manusia dengan lingkungan sosialnya; mampu memilih dan mengaplikasikan konsep teoritis pekerjaan sosial sesuai dengan karakteristik klien (individu, keluarga, kelompok, masyarakat, dan organisasi) dan bidang pelayanan; Mampu menerapkan prinsip, nilai dan etika pekerjaan sosial; mampu mengidentifikasi dan menawarkan alternatif pelayanan sesuai dengan karakterisktik dan kebutuhan klien; mampu menerapkan metode dan teknik pekerjaan sosial pada level mikro, messo, dan makro; mampu merancang dan melakukan penanganan masalah sosial sesuai dengan tahapan intervensi pekerjaan sosial; mampu melakukan kajian empirik
bentuk-bentuk kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia; mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen organisasi
pelayanan sosial pada level operasional; serta mampu melakukan penelitian pekerjaan sosial untuk penyusunan program intervensi praktik pekerjaan sosial.

4. Lulusan Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial wajib memiliki keterampilan umum, yaitu: mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, inovatif, bermutu, dan terukur dalam melakukan praktik pekerjaan sosial, serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang Pekerjaan Sosial; mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur dalam intervensi pekerjaan sosial; mampu mengkaji kasus penerapan metode dan teknik Pekerjaan Sosial yang memperhatikan nilai dan etika pekerjaan sosial dalam rangka menghasilkan prototype atau model praktik Pekerjaan Sosial, dan mengunggahnya dalam laman Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial atau Perguruan Tinggi; mampu menyusun hasil kajian empirik ilmu pekerjaan sosial dalam bentuk skripsi, spesifikasi desain, dan mengunggahnya dalam laman Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial atau Perguruan Tinggi; mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur dan
standar pekerjaan sosial; mampu memelihara dan mengembangkan jejaring kerja dan hasil kerja sama di dalam maupun di luar lembaganya; mampu mengevaluasi dan bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; serta mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahan dan mencegah plagiasi.