Home » Berita » Berita Pers

Category Archives: Berita Pers

PELANTIKAN KOMANDAN MENWA KOMPI BS STKS

PhotoGrid_1455028351321
Aditya Mochammad Ramdan melanjutkan kepengurusan Resimen Mahasiswa (Menwa) STKS Bandung setelah terpilih menjadi Komandan Menwa Kompi BS STKS periode 2016/2017 menggantikan Anggita Savrida yang sudah selesai masa jabatannya. Pengangkatan ini sesuai dengan Surat Keputusan Ketua STKS Bandung Nomor 328/SK/02/2016 pada tanggal 9 Februari 2016.

Acara pelantikan dan penandatangan serah terima jabatan digelar Selasa pagi (9/2) di Lapangan Futsal, Kampus STKS Bandung, yang disaksikan oleh Ketua STKS, Dr. Dwi Heru Sukoco, M.Si. Turut hadir dalam acara ini Komandan Koramil Kota Bandung, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan STKS Bandung, Kepala Staf Menwa Mahawarman, Perwakilan dari Danyon IV/Gab serta perwakilan Korps Alumni Menwa STKS.

Dalam sambutannya, Ketua STKS mengucapkan selamat atas dilantiknya Komandan Menwa yang baru dan ucapan terima kasih atas dedikasi komandan sebelumnya atas kontribusinya terhadap kelangsungan UKM Menwa STKS. Beliau juga berharap agar ke depannya Menwa STKS Bandung harus lebih baik dan bersinergi dengan lembaga, serta tetap mengutamakan konsolidasi, komunikasi dan koordinasi aktif dalam lingkup internal dan eksternal.

Satu hal yang cukup membanggakan bahwa tahun ini sebanyak 41 orang mahasiswa angkatan 2015 bergabung sebagai anggota Menwa STKS dan telah mengikuti diksar menwa. Jumlah ini meningkat cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya dan menandakan bahwa UKM Menwa semakin banyak peminatnya. Mereka pun unjuk kebolehan dengan mendemonstrasikan seni beladiri yong-modoo dari Korea dan parade baris berbaris dengan berbagai formasi di depan tamu undangan sebagai penutup rangkaian acara pelantikan. ***humas-stks/d.friyana.

PhotoGrid_1455031359017

PhotoGrid_1455031474538

MENWA KOMPI BS STKS BANDUNG IKUTI DIKSAR KEMILITERAN MENWA MAHAWARMAN JAWA BARAT

Humas-stks, Bandung – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, menutup Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Gelombang I TA.2015/2016, di lapangan tembak Gunung Bohong, Cimahi, Rabu (6/1).

Diklatsar Menwa Mahawarman Gelombang I TA.2015/2016 dilaksanakan pada 21 Desember 2015 – 6 Januari 2016, diikuti oleh 185 peserta gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Barat. Pada kegiatan ini  Kompi BS STKS Bandung mengirimkan sebanyak 41 orang siswa Diklatsar  dan merupakan perguruan tinggi  yang mengirimkan siswa terbanyak.

PicsArt_01-07-08.54.07

Dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam III/Siliwangi, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo menyampaikan, “Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini, kita merasakan bahwa kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan menjadi suatu faktor yang semakin penting untuk dimantapkan. Mengingat fenomena perubahan lingkungan strategis akibat arus globalisasi telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, baik yang berdimensi positif maupun negatif.”

Menurutnya, fenomena sosial yang harus selalu dicermati adalah adanya indikasi menipisnya wawasan kebangsaan dan bela negara dimasyarakat.

Pangdam berharap para anggota Menwa dapat benar-benar menjadi bagian dari elemen bangsa yang selalu berjuang membangkitkan semangat cinta tanah air dan persatuan kesatuan anak bangsa di manapun berada.

Upacara penutupan dihadiri oleh Komandan Menwa Mahawarman Jawa Barat, Kasgar II Bandung, para asisten Satuan Kodam Siliwangi dan para Pejabat TNI, Kasmenwa dan para asisten staf komando Menwa Mahawarman, para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Komandan Satuan Menwa Mahawarman serta orang tua siswa peserta Diklatsar Menwa Mahawarman.

Selamat kepada para peserta yang telah mengikuti Diklatsar Menwa Mahawarman Jawa Barat, semoga bekal pengetahuan dan keterampilan bela negara dan wawasan kebangsaan yang telah diterima dapat dipedomani dan diaplikasikan dalam pelaksanaan fungsi dan peran sebagai mahasiswa dan sebagai rakyat terlatih demi kepentingan bangsa dan negara. (f.rizki)***

Kalender Akademik STKS Tahun 2016

Kalender Akademik 2016 for Siak & Web STKS

CEMIJ JAJAKI KERJASAMA PENDIDIKAN KEBENCANAAN DENGAN STKS

PhotoGrid_1447265166958Bandung, STKS – Menurut United Nations International Stategy for Disaster Reduction (UNISDR; Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana), Indonesia merupakan negara yang paling rawan bencana alam di dunia. Berbagai bencana alam mulai gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan rawan terjadi di Indonesia. Bahkan untuk beberapa jenis bencana alam, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang menjadi korban meninggal akibat bencana alam. Inilah yang menasbihkan Indonesia sebagai negara dengan resiko dan dampak bencana alam tertinggi di dunia.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah seharusnya Indonesia memiliki strategi dan standar penanganan bencana sehingga dapat meminimalisir dampak yang terjadi, salah satunya dengan mempelajari metode penanggulangan bencana di negara lain. Pada 18-25 Oktober 2015 yang lalu Tim Kementerian Sosial RI di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial dan Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial melakukan studi banding ke Jepang yang dinilai memiliki metode penanggulangan bencana yang maju baik dari aspek sistem, teknologi, kesiapan dan pelayanan terhadap korban bencana. Untuk menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut, Tim CEMIJ (The Community Emergency Management Institute Japan) diundang datang ke Indonesia sebagai instruktur pada kegiatan pemantapan Tagana Madya di Sentul, Bogor.
Dalam perkembangannya, CEMIJ melihat bahwa pelatihan kebencanaan saja tidak cukup dan perlu adanya dukungan akademisi dalam hal pendidikan kebencanaan dan menjajaki kemungkinan tersebut dengan melakukan kunjungan ke kampus STKS Bandung (9/11). Tim CEMIJ yang diwakili oleh Yuki Nakayama, Ph.D dan Hitoshi Igarashi, MA diterima oleh Pembantu Ketua III, Meiti Subardhini, M.Si., Ph.D beserta jajaran unsur pimpinan dan anggota Pusat Kajian Bencana dan Pengungsi (Puskasi) STKS. Dalam pertemuan ini kedua pihak saling bertukar informasi tentang pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana yang sudah dilakukan. Puskasi STKS sendiri sejak 2001 aktif bekerja sama dengan UNHCR dan memiliki keahlian di bidang manajemen kebencanaan. Misi utama Puskasi adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa, relawan, masyarakat dan badan-badan pemerintahan. Setiap tahun Puskasi melakukan penelitian dan membuat buku khususnya tentang penanganan pengungsi dan terlibat langsung dalam penanganan pengungsi seperti pada bencana tsunami Aceh, gempa Nias, erupsi Gunung Merapi dan gempa Bantul di Yogyakarta. Puskasi juga menjadi konsultan di BNPB dan Kementerian Sosial terkait penyusunan panduan atau manual peraturan atau petunjuk teknis penjabaran dari UU No. 24/2007 mengenai penanggulangan bencana. Di bidang akademik, para dosen yang tergabung dalam Puskasi mengajar mata kuliah di setting kebencanaan dan penanganan pengungsi dan menjadi bimbingan karya ilmiah akhir dan supervisor praktikum di seting kebencanaan .
Adanya peluang kerjasama pendidikan kebencanaan ini sangat disambut baik oleh STKS, terutama untuk Program Studi Pascasarjana Spesialis-1 yang memiliki spesialisasi bencana dan pengungsi. Peluang ini perlu dimanfaatkan agar terjadi suatu interaksi yang positif dalam mengembangkan sistem penanggulangan bencana. Dari hasil pertemuan ini disarankan untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam bentuk program pertukaran mahasiswa dan dosen baik dari STKS maupun universitas di Jepang, pelaksanaan kuliah umum dengan narasumber dari kedua belah pihak universitas serta pelaksanaan short training/workshop bagi dosen dan mahasiswa (selain bagi tagana tentunya) serta simulasi-simulasi untuk merasakan pengalaman sistem penanganan bencana yang berbeda di kedua negara. Dari CEMIJ sendiri berharap ke depannya kedua belah pihak dapat berkolaborasi dan bergabung dalam penelitian-penelitian. Secara teknis, penjajagan kerjasama ini perlu dibicarakan lebih lanjut dan difasilitasi oleh Kemensos RI sehingga saran-saran atau pun harapan yang sudah disampaikan bisa segera ditindaklanjuti.****humas-stks/d.friyana.

STUDI BANDING STPN TENTANG KELOMPOK KAJIAN DI STKS

PhotoGrid_1445782063973

Bandung, STKS – Mencermati semakin kompleksnya permasalahan yang ada di masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta yang bergerak di bidang teknis mulai mempelajari riset-riset bidang sosial budaya dan hukum dalam melakukan penelitian di bidang pertanahan. Atas dasar inilah, dalam rangka mengembangkan kompetensi sumber daya dosen dan pengembangan pendidikan, STPN membentuk Kelompok Keahlian Dosen yang meliputi tiga kelompok keahlian yaitu Bidang Kelompok Keahlian Fisik dan Keruangan, Bidang Kelompok Keahlian Hukum dan Administrasi serta Bidang  Kelompok Keahlian Kelompok Sosial, Ekonomi dan Budaya. Untuk mendapatkan masukan dan berdiskusi khususnya mengenai bidang sosial, perwakilan unsur pimpinan STPN Yogyakarta menyambangi Kampus STKS (22/10), yang dipimpin oleh Pembantu Ketua Bidang Akademik, yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Ketua STPN, Bambang Suyudi, ST., MT.

Berdasarkan yang ada di STKS Bandung, kelompok keahlian dosen terbagi ke dalam 11 Unit Kajian dan Unit Layanan  yang pengelolaannya berada di bawah Pusat Penelitian (Puslit) dan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), yaitu kajian Anak, Perempuan, Keluarga, Lansia, Disabilitas, Bencana dan Pengungsi, HIV/AIDS, Napza, Komunitas Adat Terpencil, Kemiskinan serta Kelembagaan dan Pelayanan Masyarakat. Seluruh dosen STKS terafiliasi di dalamnya, yang didasari oleh peminatan, pengalaman dan latar belakang pendidikan. Walaupun pengelolaannya terpisah, dari sisi organisasi dan SDM yang terlibat di dalamnya tidak berbeda. Unit kajian lebih menekankan pada kegiatan penelitian yang setiap tahun memberi kesempatan bagi dosen untuk terlibat dalam penelitian mandiri, penelitian unggulan yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI dan Kementerian lain serta penelitian hibah bersaing bagi mahasiswa. Sedangkan Unit  layanan mengelola kegiatan yang bersifat aplikatif. Setiap tahun PPM menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk Bhakti Sosial dan Penerapan Aplikasi Teknologi Pekerjaan Sosial, bekerja sama dengan pemerintah daerah yang memiliki kantong permasalahan sosial.

Disamping diskusi mengenai kelompok kajian dosen, juga dibahas mengenai perkembangan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Sejauh ini STKS Bandung telah menyelesaikan pendataan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). Mengenai pendataan mahasiswa, sudah ada rambu-rambu wajib lapor bagi mahasiswa angkatan 2012 dan 2013, dan untuk mengantisipasi permasalahan yang sempat meresahkan beberapa waktu lalu tentang keabsahan alumni, STKS terus berupaya untuk menginput biodata, tanggal dan tahun kelulusan alumni walaupun transkrip akademiknya tidak dikirimkan. Saat ini juga sedang dikembangkan agar seluruh mahasiswa STKS sudah terdata NISN-nya (Nomor Induk Siswa Nasional), sehingga setiap calon mahasiswa yang nantinya akan mendaftar ke STKS sudah jelas biodatanya. SIAK STKS juga sudah terhubung dengan DIKTI, termasuk pemantauan aktivitas perkuliahan di kelas yang sangat penting untuk penilaian akreditasi. Agar profesi pekerja sosial diakui tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di level internasional, STKS telah tergabung dalam keanggotaan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) di tingkat nasional, Asia Pacific Association for Social Work Education (APASWE) di tingkat regional Asia Pasifik dan International Association of Schools of Social Work (IASSW) di tingkat internasional.

Melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan kepada STPN mengenai pengembangan pendidikan dan pengelolaan kelompok keahlian dosen khususnya yang menyangkut masalah sosial budaya dan ekonomi, dan tidak menutup kemungkinan untuk  adanya kerjasama lebih lanjut.***humas-stks/d.friyana

Kategori

Polling

Apabila Laboratorium Komputer mengadakan pelatihan komputer, materi pelatihan apa yang anda inginkan ?

View Results

Loading ... Loading ...

Banner