KEPADA ANDA YANG LULUS SELEKSI AKHIR PMB STKS BANDUNG

KAMI UCAPKAN SELAMAT BERGABUNG DI KAMPUS STKS BANDUNG

***


KSN INDOTERA PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Rabu, 13 November 2013 06:26

Saat ini Indonesia telah merdeka, sudah terbebas dari pejajahan, penindasan dan penderitaan yang sebelumnya menjadi konsumsi para nenek moyang kita terdahulu, namun sekarang ini tidak lagi kita alami. Walaupun begitu bukan berarti Bangsa kita sudah terbebas dan aman dari ancaman penjajahan. Seiring waktu berjalan permasalahan yang akan dihadapi kedepan disinyalir akan semakin beragam dan kompleks. Dengan demikian kita tidak boleh terlena dan menyia-nyiakan hasil dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan nenek moyang kita yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Untuk itu kita sambut kehidupan yang lebih baik dengan melaksanakan berbagai aktivitas yang bermanfaat guna mengenang dan mengapresiasi atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan nenek moyang kita demi nusa bangsa dan Negara Indonesia.

Kesejahteraan Sosial Nasional Indonesia Sejahtera (KSN Indotera) Expo 2013, merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial RI, kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional. KSN Indotera diselenggarakan sebagai wujud pewarisan semangat juang, ketulusan jiwa dan nurani generasi bangsa. KSN Indotera Expo tahun ini dilaksanakan pada tanggal 7-10 November 2013, bertempat di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, dengan mengangkat Tema “Pahlawanku Idolaku”.

Kegiatan KSN Expo 2013 secara resmi di buka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Drs. Toto Utomo Budi Santosa, M.Si., dalam sambutannya Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI mengatakan Dengan KSN Indotera Expo 2013 diharapkan mampu membuka cakrawala dan wawasan masyarakat luas terkait penyelenggaraan Kesejateraan Sosial secara umum sekaligus sebagai  ajang promosi lembaga yang menyelenggarakan pameran.

Pada KSN Expo tahun 2013 ini, untuk kesekian kalinya Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung kembali ikut berpartisipasi pada pelaksanaannya. Kegiatan Expo/pameran diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari instansi/unit yang berada di lingkungan Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi, Kota/Kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia, LSM/NGO (Non Govermment Organization).

Peringatan Hari Pahlawan di meriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari kemah kebangsaan, wisata sejarah, pameran dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan pelajar generasi muda. Puncak acara kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2013 tepat pada peringatan Hari Pahlawan. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan lounching Portal (laman Pahlawan Centre) oleh Menteri Sosial RI, Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, MA. Laman pahlawan centre tersebut berisi informasi mendalam terkait para pahlawan nasional, karena saat ini informasi tentang para pahlawan nasional masih minim dan terbatas.

Dengan diselenggarakannya KSN Expo 2013 ini, diharapkan generasi muda lebih mengenal para pahlawan dan meneladani nilai-nilai luhur pahlawan bangsa.***(rizki/doc.humas-stks)

 
KOORDINASI MANAJEMEN INTERNAL STKS BANDUNG TAHUN 2013 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Senin, 04 November 2013 14:31

Reformasi Birokrasi (RB) merupakan upaya berkelanjutan yang setiap tahapannya memberikan perubahan atau perbaikan birokrasi ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan hal tersebut, RB bermakna sebagai sebuah perubahan besar dalam paradigm dan tata kelola pemerintahan Indonesia.

Strategi pelaksanaan RB dilakukan melalui program-program yang berorientasi pada hasil (outcomes oriented program) sesuai dengan tingkat pelaksanaannya, yaitu: makro, meso dan mikro. Kementerian Sosial RI dalam hal ini berada pada tingkat mikro yang artinya Kementerian Sosial RI harus melaksanakan 9 (Sembilan) program RB sebagaimana tertuang dalam Permenpan RB Nomor 20 tahun 2010 tentang Road Map RB 2010-2014, diantaranya adalah manajemen perubahan.

Manajemen perubahan adalah suatu proses yang sistematis dengan menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan organisasi untuk bergeser dari kondisi yang diinginkan, yaitu menuju kea rah kinerja yang lebih baik. Dalam organisasi perubahan tersebut meliputi: struktur, proses, orang, pola pikir dan budaya kerja. Tujuannya adalah untuk mengubah secara sistematis dan konsisten system dan mekanisme kerja organisasi serta pola pikir dan budaya kerja individu atau unit kerja di dalamnya menjadi lebih baiksesuai dengan tujuan dan sasaran RB.

Hasil (outcomes) yang diharapkan dari bidang manajemen perubahan adalah: terbangunnya kesamaan persepsi, komitmen, konsistensi, serta keterlibatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan RB pada seluruh tingkatan pegawai di lingkungan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

Atas dasar tersebut, pada hari Kamis-Minggu, 31 Oktober-3 November 2013, bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, STKS Bandung menyelenggarakan Kegiatan Koordinasi Manajemen Internal. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menyatukan gagasan, ide dan pemikiran dalam mencapai kesamaan persepsi, komitmen, konsistensi serta keterlibatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan RB pada seluruh tingkatan pegawai STKS Bandung.

Pada kegiatan ini acara diawali dengan sambutan dan laporan Ketua Panitia, Drs. Nono Sutisna, MH yang kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW. Peserta pada kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan STKS Bandung yang berjumlah sebanyak 153 orang. Hadir sebagai narasumber dan pembicara pada kegiatan ini Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si (Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI), Armay, SH., M.Hum.,MM (Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Sosial RI) dan KH. Acep Zamzam Noor (Budayawan yang beasal dari salah satu Ponpes di Tasikmalaya). Metode pada pelaksanaan kegiatan ini dikemas dalam bentuk Capacity Building, Panel dan pemaparan narasumber dan pembicara, diskusi kelompok dan Outbond.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pola piker (Mind set) dan budaya kerja pada setiap pegawai sehingga memiliki budaya kerja professional, produktif dan akuntabel serta bisa tercapai suatu kondisi yang mendukung bagi terlaksananya RB di lingkungan STKS Bandung.***(rizki/dok.humas-stks)
 
LATIHAN DASAR PENANGGULANGAN BENCANA MAHASISWA BARU STKS TA.2013/2014 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Senin, 04 November 2013 14:30

Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat di prediksi sebelumnya, tidak dapat diantisipasi, datang tiba-tiba dan bersifat merusak. Untuk beberapa jenis bencana, seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus dan bencana lainnya dapat terjadi di berbagai daerah di Indonesia bahkan di berbagai belahan dunia lainnya. Definisi tersebut mungkin tepat karena tidak ada satupun ahli dan lembaga di dunia ini yang dapat mencegah terjadinya bencana, namun untuk bencana banjir, tanah longsor dan kebakaran mungkin tidak selalu menggunakan definisi tersebut. Karena bencana seperti hal tersebut dapat timbul akibat perbuatan manusia yang kurang bertanggung jawab, kurang peduli dan kurangnya kesadaran terhadap lingkungannya.

Berbagai dampak akibat bencana yang memiliki kompleksitas permasalahan tidak mungkin tertangani oleh pemerintah semata, mengingat beban permasalahan yang besar, sehingga keterlibatan mahasiswa maupun masyarakat yang perduli dan terlatih menjadi bagian yang strategis untuk mempercepat pemulihan. Dalam hal ini perlu ditumbuhkan peran masyarakat dan dari berbagai sektor agar sadar bencana melalui pemberian motivasi, pengetahuan dan keterampilan berkaitan dengan bagaimana upaya pertolongan dan pelayanan terhadap korban bencana.

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Sekolah Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Sosial RI dan merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang menghasilkan pekerja sosial profesional, dimana salah satu fokus pekerjaan sosial adalah kepada interaksi manusia dengan lingkungannya.

Dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang penanggulangan bencana setiap mahasiswa baru STKS Bandung wajib mengikuti Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana (Latsar PB). Latsar PB dilaksanakan pada awal tahun akademik dengan tujuan dapat menjadi wahana mempersiapkan diri baik fisik maupun mental dalam rangka menjalani proses pendidikan di STKS Bandung serta menanamkan nilai-nilai disiplin kepada mahasiswa baik dalam lingkungan kampus maupun dalam lingkungan/kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Kampus STKS Bandung pada 25-26 Oktober 2013 dan di Bumi Perkemahan Pramuka Kiara Payung Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat pada 27-29 Oktober 2013, dan kegiatan ini diikuti oleh 408 orang mahasiswa baru.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW., dalam sambutannya Ketua STKS menyampaikan bahwa pada pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa STKS Bandung tentang langkah-langkah penanggulangan bencana, dimulai dari pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan untuk tahap sebelum terjadi bencana, tanggap darurat saat terjadi bencana dan rehabilitasi serta kontruksi untuk sesudah terjadi bencana. Para mahasiswa diharapkan kelak mampu memberikan pertolongan kepada dirinya sendiri, masyarakat sekitarnya serta mampu berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana baik bencana sosial maupun bencana alam.

Pada kegiatan ini mahasiswa diberikan materi pelatihan dan praktek simulasi penanggulangan bencana. Materi pelatihan diantaranya ruang lingkup penanggulangan bencana berbasis masyarakat, manajemen penanggulangan pasca bencana, implementasi UU Nomor 24 Tahun 2007, rehabilitasi dan kontruksi (penanganan psikososial korban bencana), dapur umum, teori dan praktek posko, praktek pertolongan pertama dan evakuasi, PBB, teori dan praktek tendanisasi, teori dan praktek pemadaman kebakaran dan diaplikasikan dalam bentuk simulasi dalam penanggulangan bencana gempa, longsor dan pemadaman dalam bencana kebakaran.

Untuk mengimplementasikan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan Latsar PB ini diperlukan adanya kegiatan-kegiatan lanjutan yang lebih komprehensif, beberapa alternatifnya adalah bergabung dengan beberapa organisasi baik organisasi masyarakat maupun kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang konsen dalam rangka membantu penanggulangan bencana, atau bergabung dengan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di Kementerian Sosial RI, sehingga diperlukan langkah-langkah koordinasi yang intensif antara STKS Bandung dengan pihak-pihak terkait dalam membangun kerjasama untuk memfasilitasi pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa untuk memberikan sumbangan baik pemikiran, ide, gagasan dan tenaga dalam penanganan bencana di Indonesia, disamping itu kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk mengarah kepada kepedulian, melatih empathi yang akan di tindak langsung oleh berbagai mata kuliah di kampus.

Semoga dengan kegiatan Latsr PB ini menjadi salah satu wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri lebih jauh dalam rangka membantu dan mengabdi pada masyarakat dan Negara serta harapan kedepan semoga dengan Latsar PB ini dapat memenuhi permintaan masyarakat terhadap lulusan STKS Bandung yang dapat membantu masyarakat dalam pengurangan resiko bencana, diantaranya berkaitan membangun keterpaduan mekanisme, sistem komunikasi dan sistem pengendalian dalam rangka penanggulangan bencana.***(rizki/dok.humas-stks)

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »