|

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2012, bertempat di Ruang Aula lantai III, Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung digelar dalam rangka Dies Natalis ke-48 sekaligus Wisuda Magister Pekerjaan Sosial Spesialis-1 (SP-1) ke-5 dan Wisuda Sarjana Sains Terapan Pekerjaan Sosial yang ke-46.
Sidang Terbuka Senat STKS Bandung dipimpin oleh Ketua Senat STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW., yang juga merupakan Ketua STKS Bandung. Dalam sambutanya Ketua Senat menyampaikan bahwa tahun ini STKS Bandung sudah mencapai usia 48 tahun. Usia tertua diantara 35 Sekolah/Universitas jurusan pekerjaan sosial/kesejahteraan sosial di seluruh Indonesia. Sejak awal berdirinya tahun 1964, STKS konsisten pada visinya untuk mengembangkan pekerjaan sosial. Seluruh proses pendidikan, penelitian dan pengabdian civitas akademika didedikasikan untuk kesejahteraan manusia dengan bendera pekerjaan sosial. Pekerjaan sosial seperti yang kami praktekan dilandasi oleh kerangka pengetahuan, berbagai keterampilan dan nilai dengan misi utama melakukan intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Seiring dengan perkembangan keilmuan, STKS berproses untuk menghasilkan karya pekerjaan sosial yang sesuai dengan konteks Bangsa ini. Harapan untuk mengadaptasikan pekerjaan sosial ke dalam konteks Indonesia diusung STKS dengan visi “Pada tahun 2020 STKS menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia”. Melalui Visi tersebut, STKS dituntut untuk mendidik SDM pekerja sosial yang handal dari sisi kualitas bukan saja agar mampu bersaing di tingkat global tetapi secara khusus, mampu pula bekerja dalam berbagai keragaman Indonesia.
Sebagai rangkaian Dies Natalis ke-48, STKS menyelenggarakan Pekan Ilmiah Pekerjaan Sosial yang diisi dengan kegiatan Seminar dan ekspose hasil penelitian dosen dan mahasiswa, Seminar RUU Praktek Pekerjaan Sosial serta sosialisasi sertifikasi, dan akreditasi bekerjasama dengan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Pekerjaan Sosial. STKS juga melaksanakan bakti sosial berupa: pengobatan gratis, pemberian paket bantuan untuk anak terlantar, lanjut usia terlantar dan wanita rawan sosial ekonomi, serta pentas seni.
Pada acara wisuda kali ini, dilantik sebanyak 249 orang lulusan yang terdiri atas Program Pascasarjana SP-1 sebanyak 36 orang dan 213 orang dari Program Diploma-IV, dengan prosentase 43,20% lulus dengan predikat Cumlaude. Terpilih sebagai lulusan terbaik dengan mendapat anugerah Social Work Gold adalah Kris Kyantoro, Tugas Belajar asal Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga, dari Konsentrasi Komunitas Program Pascasarjana Spesialis-1 dan yang mendapat predikat lulusan terbaik dengan mendapat anugerah Social Work Silver adalah Umi Salamah, Ijin Belajar asal Daerah Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung, dari Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat Program Diploma-IV, serta terdapat kategori lulusan tercepat didapat oleh Muh. Lutfi Yahya, Ijin Belajar asal Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada Dies Natalis dan Wisuda kali ini selain mendengarkan laporan Ketua Senat STKS Bandung, diisi pula dengan orasi ilmiah Menteri Sosial RI, Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, MA. Dalam orasinya Menteri Sosial RI mengucapkan selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan kuliah dan meraih gelar Magister Spesialis dan Sarjana Sains Terapan bidang ilmu Pekerjaan Sosial. Menteri Sosial RI menyampaikan materi orasi dengan tema “ Mengembangkan Pekerjaan Sosial Dalam Konteks Indonesia”, dimana berkembangnya masalah sosial akibat dari krisis, konflik sosial, bencana alam dan gejala disintegrasi sosial, membutuhkan penanganan secara holistic dan komprehensif. Jenis masalah sosial dimaksud dapat dikelompokkan, antara lain: kemiskinan dan kerawanan sosial ekonomi, ketunasosialan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan/keterisolasian, kebencanaan dan kedaruratan, kekerasan, serta eksploitasi dan diskriminasi. Masalah sosial tersebut dialami oleh individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat yang mengalami hambatan fungsi sosial (disfungsi sosial) atau mengalami masalah struktural dan budaya.
Pelayanan kesejahteraan sosial didukung dengan kebijakan dan program pembangunan nasional bidang kesejahteraan sosial. Dalam hal ini Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari pemerintah pusat yang mempunyai mandat dan tugas pokok serta fungsi di bidang pembangunan kesejahteraan sosial. Kemampuan pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam menangani masalah sosial dalam lima tahun terakhir hanya terjangkau rata-rata sekitar 8% dari total penyandang masalah kesejahteraan sosial sebanyak 15,5 juta jiwa.
Mengacu kepada UU No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Pekerja Sosial merupakan The Leading Profession dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Pada saat ini, eksistensi Pekerjaan Sosial sebagai profesi dalam konteks Indonesia sedang memasuki tahapan penting dan strategis.
Hadir pada acara wisuda ini Para Pejabat Esolon I dan II Kementerian Sosial RI, Rektor/Ketua/Direktur PTN/PTS, Anggota Senat, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional dilingkungan STKS Bandung, tamu undangan serta Orang Tua Wisudawan.
Kepada wisudawan yang mendapat penghargaan diucapkan selamat, semoga prestasi tersebut dapat menghantarkan dalam meraih kesuksesan yang lebih gemilang bagi karier dan masa depan serta kepada para wisudawan diucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan dalam menyelesaikan studi di STKS Bandung.***(rizki/dok.humas-stks) |