:: PERHATIAN BAGI PARA PENDAFTAR !!! 
  1. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirim berkas persyaratan ke lokasi pendaftaran melalui pos/jasa pengiriman lainnya ke tempat pendaftaran Berkas paling lambat diterima panitia lokal paling lambat tanggal 31 Mei 2013 (Cap Pos)
  2. Lampirkan fotocopy bukti pembayaran. Bukti pembayaran yang asli akan ditukar dengan kartu ujian pada H-1
  3. Lokasi pendaftaran adalah sama dengan lokasi ujian tulis (lokasi tidak dapat dipindahkan)


UPACARA PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-84 TAHUN 2012 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Senin, 29 Oktober 2012 05:15

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik kelahiran Bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, oleh sebab itu seluruh rakyat Indonesia seharusnya mengingat dan memperingati kejadian pada tanggal 28 Oktober sebagai hari kelahiran Bangsa Indonesia, proses lahirnya Bangsa Indonesia ini adalah sebuah hasil dari perjuangan rakyat Indonesia selama ratusan tahun, mereka tertindas dan menderita di bawah kekuasaan bangsa kolonialis pada masa itu, keadaan yang menyedihkan inilah yang mendorong semangat para pemuda untuk membulatkan keinginan mereka untuk menjungjung nilai harkat dan martabat hidup rakyat Indonesia asli. Keinginan inilah yang mendasari komitmen perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh pengakuan kemerdekaannya selama 17 tahun kemudian yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada hari Senin, 29 Oktober 2012, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menggelar upacara hari Sumpah Pemuda ke-84. pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengangkat tema “Dengan Sumpah Pemuda, Kita Mantapkan Kemandirian, Kreativitas dan Identitas Kebangsaan Menuju Komunitas Asean 2015”. Tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua dan pemuda khususnya perlu memantapkan tekad untuk terus menerus mempertahankan kemandirian dan kreativitas sembari membangun identitas kebangsaan yang lebih kokoh dan bermartabat. Upacara dilaksanakan di halaman parkir Kampus STKS dan berlangsung khidmat dan lancar. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bertindak sebagai pembina upacara Ketua STKS Bandung Dr. Kanya Eka Santi, MSW.

Semoga dengan semangat dan tekad dari Sumpah Pemuda dapat membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan berkembang serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ***(rizki/dok.humas-stks).

 
KOORDINASI MANAJEMEN INTERNAL STKS BANDUNG 2012 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Sabtu, 20 Oktober 2012 17:10

Setiap organisasi baik swasta maupun instansi pemerintahan memiliki visi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan masyarakat. Hal itu dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa. Dalam pencapaian cita-cita tersebut dibutuhkan beberapa strategi yang pada dasarnya di terjemahkan dalam sasaran misi organisasi maupun instansi pemerintahan.

Pada era saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat, secara langsung disadari maupun tidak pasti memiliki dampak yang luar biasa terhadap perkembangan organisasi. Perubahan tersebut selain memiliki dampak positif di sisi lain dapat berdampak negatif terhadap organisasi. Dengan demikian dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu menyikapi perubahan yang tidak pernah berhenti. Sumber daya manusia diharapkan dapat mengolah sumber-sumber lain yang dapat mendukung pencapaian visi organisasi.

Dengan demikian, didalam organisasi dibutuhkan koordinasi. Koordinasi sendiri di definisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan organisasi dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Koordinasi yang efektif dalam organisasi sangat diperlukan, karena tanpa adanya koordinasi maka setiap anggota dalam organisasi tidak memiliki pegangan untuk memilih mana yang harus diikuti, yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.

Pada hari Jum’at sampai dengan Minggu, 19-21 Oktober 2012 bertempat di Sahid Jaya Hotel Solo, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Manajemen Internal. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menyatukan gagasan, ide dan pemikiran dalam mengelola pendayagunaan sember daya manusia (pegawai) agar berdayaguna dan berhasilguna dalam rangka meningkatkan produktifitas kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan pengelolaan SDM dalam rangka pencapaian visi STKS Bandung.

Pada kegiatan ini acara diawali dengan sambutan dan laporan Ketua Panitia, Drs. Nono Sutisna, MH yang kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW. Peserta pada kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan STKS Bandung yang berjumlah 160 orang. Hadir sebagai narasumber dan pembicara pada kegiatan ini Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si (Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI), Karun, Ak (Inspektur Jenderal Kementerian Sosial RI) dan Dr. Herry Wibowo, M.Si (Presiden Direktur Leadership Center Jakarta).

Pada kegiatan Tim Building peserta dibagi menjadi 10 kelompok, dimana setiap kelompok membahas dan mendiskusikan isu-isu, hambatan dan kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pegawai di STKS Bandung yang kemudian hasil dari tiap kelompok dipresentasikan. Serta pada kegiatan Tim Working membahas nilai-nilai yang diambil sebagai alternatif pemecahan masalah dalam meningkatkan kinerja pegawai. Metode pada pelaksanaan kegiatan ini dikemas dalam bentuk Capacity Building, Panel dan pemaparan narasumber dan pembicara, diskusi kelompok dan Outbond.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih menyatukan akan gagasan, ide dan pemikiran pegawai agar lebih berdayaguna dan berhasilguna dalam meningkatkan produktifitas dan pencapaian visi serta misi dari STKS Bandung.***(rizki/dok.humas-stks)

 
STKS GELAR SIDANG TERBUKA SENAT DALAM RANGKA UPACARA WISUDA MAGISTER KE-5 PEKERJAAN SOSIAL SPESIALIS-1 DAN WISUDA SARJANA SAINS TERAPAN PEKERJAAN SOSIAL KE-46 TAHUN 2012 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Rabu, 10 Oktober 2012 08:15

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2012, bertempat di Ruang Aula lantai III, Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung digelar dalam rangka Dies Natalis ke-48 sekaligus Wisuda Magister Pekerjaan Sosial Spesialis-1 (SP-1) ke-5 dan Wisuda Sarjana Sains Terapan Pekerjaan Sosial yang ke-46.

Sidang Terbuka Senat STKS Bandung dipimpin oleh Ketua Senat STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW., yang juga merupakan Ketua STKS Bandung. Dalam sambutanya Ketua Senat menyampaikan bahwa tahun ini STKS Bandung sudah mencapai usia 48 tahun. Usia tertua diantara 35 Sekolah/Universitas jurusan pekerjaan sosial/kesejahteraan sosial di seluruh Indonesia. Sejak awal berdirinya tahun 1964, STKS konsisten pada visinya untuk mengembangkan pekerjaan sosial. Seluruh proses pendidikan, penelitian dan pengabdian civitas akademika didedikasikan untuk kesejahteraan manusia dengan bendera pekerjaan sosial. Pekerjaan sosial seperti yang kami praktekan dilandasi oleh kerangka pengetahuan, berbagai keterampilan dan nilai dengan misi utama melakukan intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Seiring dengan perkembangan keilmuan, STKS berproses untuk menghasilkan karya pekerjaan sosial yang sesuai dengan konteks Bangsa ini. Harapan untuk mengadaptasikan pekerjaan sosial ke dalam konteks Indonesia diusung STKS dengan visi “Pada tahun 2020 STKS menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia”. Melalui Visi tersebut, STKS dituntut untuk mendidik SDM pekerja sosial yang handal dari sisi kualitas bukan saja agar mampu bersaing di tingkat global tetapi secara khusus, mampu pula bekerja dalam berbagai keragaman Indonesia.

Sebagai rangkaian Dies Natalis ke-48, STKS menyelenggarakan Pekan Ilmiah Pekerjaan Sosial yang diisi dengan kegiatan Seminar dan ekspose hasil penelitian dosen dan mahasiswa, Seminar RUU Praktek Pekerjaan Sosial serta sosialisasi sertifikasi, dan akreditasi bekerjasama dengan Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Pekerjaan Sosial. STKS juga melaksanakan bakti sosial berupa: pengobatan gratis, pemberian paket bantuan untuk anak terlantar, lanjut usia terlantar dan wanita rawan sosial ekonomi, serta pentas seni.

Pada acara wisuda kali ini, dilantik sebanyak 249 orang lulusan yang terdiri atas Program Pascasarjana SP-1 sebanyak 36 orang dan 213 orang dari Program Diploma-IV, dengan prosentase 43,20% lulus dengan predikat Cumlaude. Terpilih sebagai lulusan terbaik dengan mendapat anugerah Social Work Gold adalah Kris Kyantoro, Tugas Belajar asal Sekretariat Daerah (Setda) Kota Salatiga, dari Konsentrasi Komunitas Program Pascasarjana Spesialis-1 dan yang mendapat predikat lulusan terbaik dengan mendapat anugerah Social Work Silver adalah Umi Salamah, Ijin Belajar asal Daerah Kota Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung, dari Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat Program Diploma-IV, serta terdapat kategori lulusan tercepat didapat oleh Muh. Lutfi Yahya, Ijin Belajar asal Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada Dies Natalis dan Wisuda kali ini selain mendengarkan laporan Ketua Senat STKS Bandung, diisi pula dengan orasi ilmiah Menteri Sosial RI, Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, MA. Dalam orasinya Menteri Sosial RI mengucapkan selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan kuliah dan meraih gelar Magister Spesialis dan Sarjana Sains Terapan bidang ilmu Pekerjaan Sosial. Menteri Sosial RI menyampaikan materi orasi dengan tema “ Mengembangkan Pekerjaan Sosial Dalam Konteks Indonesia”, dimana berkembangnya masalah sosial akibat dari krisis, konflik sosial, bencana alam dan gejala disintegrasi sosial, membutuhkan penanganan secara holistic dan komprehensif. Jenis masalah sosial dimaksud dapat dikelompokkan, antara lain: kemiskinan dan kerawanan sosial ekonomi, ketunasosialan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan/keterisolasian, kebencanaan dan kedaruratan, kekerasan, serta eksploitasi dan diskriminasi. Masalah sosial tersebut dialami oleh individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat yang mengalami hambatan fungsi sosial (disfungsi sosial) atau mengalami masalah struktural dan budaya.

Pelayanan kesejahteraan sosial didukung dengan kebijakan dan program pembangunan nasional bidang kesejahteraan sosial. Dalam hal ini Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari pemerintah pusat yang mempunyai mandat dan tugas pokok serta fungsi di bidang pembangunan kesejahteraan sosial. Kemampuan pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam menangani masalah sosial dalam lima tahun terakhir hanya terjangkau rata-rata sekitar 8% dari total penyandang masalah kesejahteraan sosial sebanyak 15,5 juta jiwa.

Mengacu kepada UU No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Pekerja Sosial merupakan The Leading Profession dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Pada saat ini, eksistensi Pekerjaan Sosial sebagai profesi dalam konteks Indonesia sedang memasuki tahapan penting dan strategis.

Hadir pada acara wisuda ini Para Pejabat Esolon I dan II Kementerian Sosial RI, Rektor/Ketua/Direktur PTN/PTS, Anggota Senat, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional dilingkungan STKS Bandung, tamu undangan serta Orang Tua Wisudawan.

Kepada wisudawan yang mendapat penghargaan diucapkan selamat, semoga prestasi tersebut dapat menghantarkan dalam meraih kesuksesan yang lebih gemilang bagi karier dan masa depan serta kepada para wisudawan diucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan dalam menyelesaikan studi di STKS Bandung.***(rizki/dok.humas-stks)

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »