KEPADA ANDA YANG LULUS SELEKSI AKHIR PMB STKS BANDUNG

KAMI UCAPKAN SELAMAT BERGABUNG DI KAMPUS STKS BANDUNG

***


Berita
STKS Bandung Selenggarakan Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2013
Kamis, 02 Mei 2013 19:35

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2013 ini, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, menyelenggarakan Upacara Bendera di halaman depan/pelataran parkir kampus STKS Bandung, Jl. Ir. H. Juanda 367, Bandung. Drs. Admiral Nelson Aritonang, MSSW (Pembantu Ketua I Bidang Akademik) bertindak sebagai pembina upacara yang pada kesempatan tersebut pembina membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. ”UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya (Pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945). Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, temasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggi. Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah daya imunitasnya ditingkatkan, satu di antara upayanya adalah melalui vaksinasi. Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu (i) Kemiskinan; (ii) ketidaktahuan; dan (iii) keterbelakangan beradaban. Bagaimana caranya menaikan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itulah yang melatar belakangi tema peringatan Hardiknas tahun ini, yaitu ”Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial. Tema tersebut merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan”.

Upacara yang bertujuan untuk memperingati Hardiknas ini dihadiri dan diikuti oleh civitas akademika STKS Bandung dan bertindak sebagai petugas upacara dari Resimen Mahasiswa (Menwa) STKS Bandung. Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan dan penganugrahan kepada Mahasiswa berprestasi, pegawai yang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, pegawai yang naik pangkat dan kepada purna pegawai/karyawan STKS Bandung.

Penghargaan dan penganugerahan mahasiswa berprestasi Program Diploma-IV diberikan kepada: Angkatan 2012: (i) Rhea Diva Carissa, NRP.12.04.280, (ii) Alfrojems, NRP.12.04.136, (iii) Nuriyatuddin Khoyrun Nisa, NRP.12.04.229. Angkatan 2011: (i) Putri Khoiron Nisa, NRP. 11.04.241, (ii) Devita Murni, NRP.11.04.343, (iii) Justin Foera-era Lase, NRP.11.04.031. Angkatan 2010: (i) Astriyana Telaumbanua, NRP.10.04.067, (ii) Restueli Harefa, NRP.10.04.057, (iii) Riska Putri Prihalim, NRP.10.04.077. Angkatan 2009: (i) Taufik Akbar, NRP.09.04.045, (ii) Anisa Amalya Mukti, NRP.09.04.103, (iii) Jajuli Marjuki, NRP.09.04.126. Penghargaan dan penganugerahan mahasiswa berprestasi Program Spesialis-1 diberikan kepada: Angkatan 2012: (i) Avid Leonardo Sari, NRP.12.01.012, (ii) Ana Westy Martiani, NRP.12.01.002. Angkatan 2011 Konsentrasi Klinis: (i) Wahyudi, NRP.11.01.020, (ii) Atrin Suwartika, NRP.11.01.001. Konsentrasi Komunitas: (i) Ruman Syahfudin, NRP.11.01.011, (ii) Rosilawati, NRP.11.01.003.

Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun diberikan kepada Dra. Yunia Hidayati atas pengabdiannya selama 20 tahun, penghargaan dan penganugerahan pegawai yang naik pangkat TMT 1 Oktober 2012 diberikan kepada: (a) Dr. Tukino, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (b) Dr. TM. Marwanti, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (c) Drs. M. Ilyas, M.Ag, M.Ps.Sp (Pembina Utama Muda IV/c), (d) Drs. Aam Muharam, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (e) Dayat Sutisna, AKS, MPS.Sp (Pembina IV/a), (f) Triyogo Widodo, AKS, MP (Penata Tk.1 III/d), (g) Ade Hatta, S.Sos (Penata Tk.1 III/d), (h) Unus Al Afghani, S.ST (Penata Tk.1 III/d). TMT 1 April 2013 diberikan kepada: (a) Dra. Rini Hartini Rinda A, M.Pd (Pembina IV/a), (b) Denny Friyana, S.IP (Penata Muda Tk.1 III/b, (c) Samiran, S.ST, M.Si (Penata Tk.1 III/d), (d) Lolytha, S.ST (Penata Tk.1 III/d), (e) Dra. Yana Sundayani, M.Pd (Pembina Tk.1 IV/b), (f) Dr. Aep Rusmana, S.Sos, M.Si (Pembina Tk.1 IV/b). Penghargaan dan penganugerahan purna pegawai/karyawan STKS Bandung diberikan Kepada: Komarudin, S.Sos (Masa Kerja 27 tahun 10 bulan) dan Iri Sugiri (Masa Kerja 22 tahun).

selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik,tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh tanah air, dan diucapkan selamat kepada mahasiswa berprestasi dan pegawai yang telah mendapatkan penghargaan dan penganugerahan serta selamat dan terimakasih kepada purna pegawai/karyawan STKS yang selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik, mengabdi dan berbakti kepada lembaga, pemerintah, nusa dan bangsa. *** (Humas-STKS/ doc-humas)

 
KETERBATASAN SDM, BUKAN ALASAN LAYANAN SOSIAL TIDAK MAKSIMAL
Jumat, 05 April 2013 02:13

Kebutuhan pekerja sosial di bidang kesejahteraan sosial masih sangat kurang dibandingkan pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat. Kementerian Sosial berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan mendidik di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

"Saat ini, masih tidak seimbang antara jumlah pekerja sosial dan kebutuhan di lapangan, "ujar Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Regional II di Bandung, Selasa (2/4). Menurut Mensos, 5 tahun terakhir pelayanan sosial baru menjangkau rata-rata sekitar 8% dari total penyandang masalah kesejahteraan sosial atau sekitar 15,5 juta keluarga. Padahal, permasalahan sosial dan tuntutan publik terhadap orientasi kebijakan pembangunan nasional bertumpu pada keadilan untuk semua dan melindungi hak asasi manusia. "Nah, menjawab tantangan dan kebutuhan tersebut dibutuhkan tenaga pekerja sosial yang professional, tandasnya.

Perbandingan pekerja sosial dengan keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) minimal 1 berbanding 100. Maka dibutuhkan pekerja sosial di Indonesia paling sedikit 155.000 orang dengan jumlah PMKS tahun 2012 sebanyak 15,5 juta keluarga. Sedangkan jumlah pekerja sosial sebanyak 15.522 orang, sehingga dibutuhkan 139.000 pekerja sosial.

Di tengah keterbatasan tersebut, pelayanan kesejahteraan tetap dilaksanakan dengan rnengoptimalkan potensi yang ada, seperti PSM, Karang Taruna, Tagana dan lain-lain yang berjumlah sekitar 378.000 TKSM. Dengan adanya TKSM, tugas-tugas penanganan masalah sosial terbantu secara sukarela.

"Di masa mendatang, penanganan masalah sosial menjadi suatu prioritas dan menjadi tanggung jawab tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat," ucapnya.


Permasalahan sosial yang semakin dinamis dan kompleks menuntut tangan-tangan terampil, baik melalui pendekatan individu, kelompok, keluarga maupun komunitas agar semua pihak memiliki akses terhadap pelayanan sosial dasar dalam rangka mencapai taraf kesejahteraan dan kualitas hidup memadai.

Pelayanan sosial bagi warga miskin/tidak mampu dan mengalami masalah sosial, harus didukung dengan paket kebijakan dan program pembangunan nasional di bidang kesejahteraan sosial secara komprehensif dan terintegrasi.

Untuk itu, diperlukan koordinasi, dukungan dan kerja sama dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/Kota. Dukungan berupa identifikasi kebutuhan, sinkronisasi kebijakan termasuk dari segi pendanaan melalui APBN Dekonsentrasi maupun APBD serta pembinaan dan pendayagunaan SDM Kesejahteraan Sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Dalam acara tersebut, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial RI dengan Pemerintah Kota Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Yayasan Nurul Fikri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Building Professional Sosial Work in Developing Countries (BPSW) Indonesia.

Juga, dimeriahkan Pameran Pembangunan Kesejahteraan Sosial, yaitu hasil karya Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Bandung terkait kurikulum diklat dari masa ke masa, modul-modul diktat, media pembelajaran, radio komunikasi. Selain itu, dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Balai Penerbitan Braile Indonesia (BPBI) antara lain Al-Quran Braileu dan produk-produk lainnya, serta hasil karya dari desa Binaan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung berupa souvenir, kerajinan, produk makanan, hasil pertanian dan peternakan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008, tentang dekonsentrasi dan tugas pembantuan, mekanisme pendanaan penyelenggaraan pembangunan nasional dalam era otonomi yang bersumber dad APBN, salah satunya adalah pembangunan bidang kesejahteraan sosial.

Dana dekonsentrasi merupakan dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan gubenur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah.

Sementara, dana tugas pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN dan dilaksanakan oleh daerah serta desa yang mencakup semua penerimaam dan pengeluaran dalam pelaksanaan tugas pembantuan. Pertama, pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial melalui dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan, keberadaaan dan peran dinas instansi sosial provinsi dan Kab/Kota menjadi sangat penting.

Kedua, sinergitas pembangunan antara pusat dan daerah dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kesejahteraan sosial memerlukan SDM kesejahteraan sosial yang berkualitas. Ketiga, menangani permasalahan sosial terus berkembang sebagai akibat dari terbatasnya layanan sosial dasar, tidak terpenuhinya hak dasar, krisis ekonomi, bencana alam dan konflik sosial.*** (humas Kemensos ri/stks bandung)
 
STKS BANDUNG MENJADI STAND TERBAIK PADA PTK EXPO 2013
Rabu, 27 Maret 2013 07:21

Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Expo merupakan kegiatan yang selalu dilaksanakan setiap tahun melalui wadah FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia). PTK Expo tahun ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung yang berlangsung selama 2 hari yakni mulai tanggal 23-24 Maret 2013 yang diikuti sekitar 13 PTK se-Indonesia yakni STKS Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta, Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) Jakarta, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumedang, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Sekolah Tinggi Pertanahan Negeri (STPN) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Jakarta, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (POLTRAN) Tegal Jawa Tengah, Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) Tangerang, Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS) Cepu Blora Jawa Tengah, dan Akademi Imigrasi (AIM) Jakarta.

Pada hari pertama kegiatan PTK Expo, dilaksanakan acara pembukaan oleh Pembantu Ketua III STT Tekstil Bandung yang dilanjutkan dengan Acara Seminar Anti Korupsi dan pembukaan kegiatan pameran. Pameran ini diikuti oleh masing-masing PTK dengan stand yang menampilkan berbagai profil PTK yang bersangkutan.

STKS Bandung sebagai PTK dibawah Kementerian Sosial RI juga memiliki stand yang bertema Bencana. Stand ini menampilkan berbagai profil STKS Bandung dan penampilan hypnotherapy, sehingga banyak pengunjung yang datang khususnya siswa/i SMA di Kota Bandung. Selama kegiatan pameran berlangsung, ibu Ketua STKS Bandung juga mengunjungi stand dengan memberikan dukungan dan motivasi khususnya kepada para kontingen dari STKS Bandung.

Pada malam harinya, dilakukan acara pentas seni dan STKS Bandung menampilkan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang merupakan salah satu UKM di STKS Bandung.

Pada hari kedua, kegiatan PTK Expo masih berlanjut yang diawali Acara Talkshow dengan penyampaian materi tentang profil masing-masing PTK. Dari STKS Bandung penyampaian materi profil diwakili oleh salah sorang mahasiswa a.n. Restueli Harefa. Kegiatan Talkshow ini diikuti oleh semua peserta dari masing-masing PTK dan para siswa/i SMA di Kota Bandung bahkan di luar Kota Bandung.

Setelah kegiatan berlangsung, maka panitia mengumumkan PTK dengan Stand Terbaik pada PTK Expo Tahun 2013 dengan kriteria stand terbaik, pelayanan terbaik, penampilan terbaik, presentasi terbaik, maupun pengunjung stand terbanyak yakni diraih oleh STKS Bandung.

Tahun ini, STKS Bandung menjadi 1st Best Stand pada PTK Expo Tahun 2013 yang merupakan hasil kerja keras, kerjasama, dan kebersamaan semua civitas STKS Bandung. Selamat dan Sukses untuk Kita Semua. ***(BEM & HUMAS STKS Bandung)

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »