Pascasarjana

a. Program Pendidikan Spesialis-1 Pekerjaan Sosial

Dasar
Era persaingan global dewasa ini cenderung lebih banyak dipersepsi dan dimaknai orang hanya dalam nuansa persoalan ekonomi dan politik semata dibandingkan dengan kalkulasi sosial. Hal ini melahirkan ekses pada semakin kompleksnya permasalahan sosial, baik yang bersifat konvensional maupun kontemporer.
Permasalahan tersebut dapat ditangani secara efektif, apabila menggunakan pendekatan holistik dan komprehensif. Pekerja sosial adalah salah satu profesi yang berkompeten mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Permasalahan yang semakin kompleks membutuhkan Pekerja Sosial Spesialis (Specialized/Skilled Social Worker) yang memiliki spesialisasi keahlian dalam penanganan masalah-masalah sosial. Spesialisasi keahlian tersebut mensyaratkan penggunaan pendekatan yang mengintegrasikan sistem, metoda-metoda lanjutan dengan tehnik–tehnik yang secara empiris tervalidasi serta menggunakan kerangka kerja yang bersifat holistik dan eklektik.
Berdasarkan pemikiran tersebut, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung sebagai pioneer dan centre of excellent dalam pendidikan Pekerjaan Sosial di Indonesia berupaya mengembangkan Profesi Pekerjaan Sosial dengan menyelenggarakan “Program Pendidikan Pascasarjana Spesialis-1 Pekerjaan Sosial”.
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 15/D/T/05 tanggal 10 Januari 2005, mulai tahun akademik 2006 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menerima Mahasiswa untuk Program Studi Profesi Pekerjaan Sosial (Spesialis 1/ Sp 1).
Program Pendidikan Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial memiliki 2 (dua) konsentrasi yaitu Konsentrasi Pekerjaan Sosial Klinis dan Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas.
• Konsentrasi Pekerjaan Sosial Klinis bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan analisis atas situasi masalah serta kekuatan sosial individu, keluarga, maupun kelompok kecil, Assessment Psikososial, Psikopatologi & DSM, dll.
• Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan analisis situasi masalah serta kekuatan sosial masyarakat, analisis kebijakan dan perencanaan sosial, pelayanan sosial komunitas, serta pelaksanaan intervensi komunitas pada tingkat lanjutan.

Visi
Menjadi Lembaga Pendidikan Pascasarjana terkemuka yang menghasilkan Pekerja Sosial Profesional yang memiliki pengetahuan, keahlian dan nilai Pekerjaan Sosial Spesialis di bidang Pekerjaan Sosial Klinis dan Komunitas.

Misi
• Menyelenggarakan pendidikan profesional yang spesifik dan berkualitas dengan pendekatan holistik yang berorientasi pada praktek.
• Menghasilkan Pekerja Sosial Spesialis yang memiliki komitmen dan kompetensi di bidang klinis dan komunitas sehingga terwujud profesi yang bermandat, pelaksana yang bermartabat dan pelayanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Tujuan
a. Menyediakan kesempatan belajar tingkat lanjutan bagi para Pekerja Sosial Profesional, sehingga memiliki komitmen dan kompetensi di bidang Pekerjaan Sosial Spesialis.
b. Menyediakan kesempatan belajar bagi mahasiswa untuk belajar mempraktekkan teori-teori secara eklektik dan menggunakan metode-metode secara terintegratif.

Kurikulum Pembelajaran
Kurikulum Program Pendidikan Pascasarjana Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial terdiri dari : 51 SKS dan terbagi dalam 4 (empat) semester yang meliputi teori dan praktek Pekerjaan Sosial Lanjutan (Advanced Social Work) baik untuk Program Studi Pekerjaan Sosial Klinis maupun Pekerjaan Sosial Komunitas. Adapun perinciannya sebagai berikut :

Prapasca

 

  • HBSE (Human Behaviour in Social Envirounment),
  • Pekerjaan Sosial dan Kesejahteraan Sosial,
  • Indikator Sosial.

Semester I

  • Mata Kuliah Keahlian Lanjutan :
  • Social Care
  • Teori dan Praktek Pekerjaan Sosial
  • Penelitian Pekerjaan Sosial
  • Manajemen HSO (Human Servise Organization).

Semester II
Mata Kuliah Keahlian Khusus (Special Study):
• Mata Kuliah Keahlian Wajib Pekerjaan Sosial Klinis :

  • Pendekatan & Teknologi Pekerjaan Sosial Klinis,
  • Assessmen Psikososial
  • Terapi Psikososial
  • Psikopatologi & DSM (The Diagnostic and Statistical Mannual of Mental Disorder).

• Mata Kuliah Keahlian Wajib Pekerjaan Sosial Komunitas :

  • Pendekatan & Teknologi Pekerjaan Sosial Komunitas
  • Analisis Kebijakan Sosial, Perancangan Model & Program Sosial
  • Pengembangan Kelembagaan dan Modal Sosial.

• Mata Kuliah Keahlian Pilihan baik untuk Pekerjaan Sosial Klinis maupun Pekerjaan Sosial Komunitas :

  • Pekerjaan Sosial dengan Kemiskinan
  • Pekerjaan Sosial dengan Bencana & Pengungsi
  • Pekerjaan Sosial dengan HIV/AIDS
  • Pekerjaan Sosial dengan Penyalahgunaan Narkoba
  • Pekerjaan Sosial dengan Anak & Keluarga
  • Pekerjaan Sosial dengan Difabel
  • Pekerjaan Sosial Koreksional
  • Pekerjaan Sosial Medis.

Semester III & IV

  • Praktek Lapangan
  • Seminar Penulisan
  • Penulisan KIKA (Karya Ilmiah Kompetensi Akhir).

Mata Kuliah Penunjang terdiri dari :

  • Bahasa Inggris
  • Komputer
  • Tutorial
  • Reading Course.

Tenaga Pengajar / Dosen
Berasal dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, dan instansi / lembaga pemerintah dan non pemerintah terkait yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 dan S3 lulusan perguruan tinggi didalam dan luar negeri.

 

 

 

 

KRITERIA CALON MAHASISWA
1. PNS / Umum yang memiliki latar belakang pendidikan Diploma IV / Strata 1 diutamakan jurusan Pekerjaan Sosial / Kesejahteraan Sosial.
2. PNS / Umum yang memiliki latar belakang pendidikan Strata 1 dibidang / jurusan Ilmu Sosial serumpun (ex. Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Politik) dan memiliki pengalaman kerja di bidang Pekerjaan Sosial / Kesejahteraan Sosial minimal 2 (dua) tahun, dan mengikuti Prapasca.

SYARAT PENDAFTARAN
1. Biaya formulir pendaftaran Rp. 200.000,-
2. Surat rekomendasi dari pimpinan instansi / lembaga pengirim
3. Foto copy ijazah sarjana (S1) atau D-IV dari perguruan tinggi yang terakreditasi
4. Foto copy transkrip prestasi akademik program sarjana (S1) atau D-IV yang telah dilegalisir, IPK minimal 2,75
5. Foto copy sertifikat TOEFL yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dengan nilai minimal 400
6. Pas foto pakaian resmi/formal :
• Berwarna ukuran 4cm x 6 cm ( 2bh )
• Hitam putih ukuran 3cm x 4cm ( 2 bh )
7. Fotocopy SK kepegawaian / pangkat terakhir yang telah dilegalisir (Calon Tugas Belajar Depsos RI)

TUNJANGAN BEASISWA
Departemen Sosial RI memberikan tunjangan Beasiswa kepada 30 orang mahasiswa berprestasi yang lulus ujian saringan masuk. Tunjangan Beasiswa pendidikam meliputi:
• Biaya SPP ( 4 semester )
• Biaya Non SPP
• Biaya Prapasca
• Tunjangan Hidup (24 Bulan)
• Tunjangan Buku (24 Bulan)
• Tunjangan Operasional ( 24 Bulan)
• Biaya Praktek Lapangan (Praktikum)
• Tunjangan Penelitian

 

 

 

 

b. Magister Profesional Pengembangan Masyarakat (MPPM)

Dasar
Kebutuhan terhadap profesi pengembangan masyarakat konsentrasi Pekerjaan Sosial, didasarkan pada kebutuhan masyarakat untuk menyediakan lebih banyak tenaga ahli yang mampu menangani berbagai masalah sosial yang kondisinya semakin meningkat dan semakin kompleks. Mengacu pada kondisi tersebut, program pendidikan pekerjaan sosial sangat relevan untuk terus lebih dikembangkan dalam pengembangan keahlian penanganan yang bersifat makro yaitu berkaitan dengan analisis pengembangan masyarakat dan perumusan kebijakan sosial.
Prospek program studi pengembangan masyarakat konsentrasi pekerjaan sosial sangat strategis, mengingat adanya tuntutan pasar yang membutuhkan peningkatan sumber-daya manusia Indonesia yang memiliki keahlian dibidang pengembangan masyarakat dalam rangka pengelolaan pembangunan sosial dan pengembangan masyarakat baik pada tingkat Departemen, Pemerintah Daerah Tingkat I, Pemerintah Daerah Tingkat II dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut STKS Bandung bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka Program Pascasarjana (S2) Magister Pengembangan Masyarakat Konsentrasi Pekerjaan Sosial pada tahun 2004.

Visi
Menjadi program studi magister pengembangan masyarakat yang handal dan mampu memenuhi kebutuhan pengembangan masyarakat Indonesia yang berlandaskan pembangunan sosial ekonomi yang seimbang

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Program Magister Pengembangan Masyarakat Konsentrasi Pekerjaan Sosial.
  2. Menyelenggarakan pengembangan jaringan kerjasama dengan berbagai Stakeholder dalam Pengembangan Masyarakat.

Tujuan
1. Menghasilkan praktisi pengembangan masyarakat yang berwawasan pekerjaan sosial dengan kualifikasi magister yang memiliki kemampuan didalam melakukan:

  • Analisis dan perumusan kebijakan pengembangan masyarakat
  • Perencanaan penanganan masalah sosial dalam perspektif holistik

2. Dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan sumber daya manusia aparatur pemerintah di era otonomi daerah sesuai UU No. 32 Tahun 2004
Kurikulum
Kurikulum pendidikan Magister Pengembangan Masyarakat konsentrasi Pekerjaan Sosial ini berbasis Sistem Kredit Triwulan (SKT). Kurikulum terdiri atas 51 SKS, termasuk 6 SKS untuk kajian pengembangan masyarakat, terbagi dalam 4 (empat) Triwulan meliputi Triwulan I sebanyak 18 SKS, Triwulan II sebanyak 17 SKS, Triwulan III sebanyak 10 SKS, dan Triwulan IV sebanyak 7 SKS.

Matrikulasi (Tanpa Kredit)

  • Dasar Pengembangan Masyarakat
  • Sosiologi untuk Pengembangan Masyarakat
  • Statistika untuk Analisis Sosial
  • Perspektif Pekerjaan Sosial Berbasis Komunitas

Triwulan I

  • Kependudukan (3 SKS)
  • Analisis Sosial (3 SKS)
  • Metodologi Kajian Komunitas (3 SKS)
  • Analisis Ekonomi Lokal (3 SKS)
  • Ekologi Manusia (3 SKS)
  • Praktek Lapangan I : Pemetaan Sosial (2 SKS)

Triwulan II

  • Pengembangan Kelembagaan dan Modal Sosial (3 SKS)
  • Perilaku Manusia dalam Lingkungan Sosial (3 SKS)
  • Pengelolaan Kerjasama dan Konflik Sosial (3 SKS)
  • Pengembangan Ekonomi Berbasis Lokal (3 SKS)
  • Kebijaksanaan dan Perencanaan Sosial (3 SKS)
  • Praktek Lapangan II : Evaluasi Pengembangan Masyarakat (2 SKS)

Triwulan III

  • Metode-metode Partisipatif dalam Pengem-bangan Masyarakat (3 SKS)
  • Perspektif Gender dalam Pengembangan Masyarakat (3 SKS)
  • Etika Pekerjaan Sosial dalam HAM (3 SKS)
  • Kolokium untuk Kerja Lapangan (1 SKS)

Triwulan IV

  • Kajian Pengembangan Masyarakat (6 SKS)
  • Seminar (1 SKS)

Tenaga Pengajar/Dosen
Berasal dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan instansi/ lembaga pemerintah dan non pemerintah terkait yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 dan S3 lulusan perguruan tinggi didalam dan luar negeri.

 

 

KRITERIA CALON MAHASISWA

A. TUGAS BELAJAR
(Memperoleh Tunjangan Beasiswa dari Depsos. RI)
Berasal dari :
1. PNS di lingkungan DEPSOS RI dan Instansi Pemerintah Pusat, Departemen/Non Departemen lainnya.
2. PNS di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten.
B. UMUM
Berasal dari :
1. PNS di lingkungan DEPSOS RI dan Instansi Pemerintah Pusat, Departemen/Non Departemen lainnya.
2. PNS di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten.
3. Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
4. Kalangan umum/ masyarakat yang berminat dalam pengembangan masyarakat.

 

TUNJANGAN BEASISWA
Departemen Sosial RI memberikan tunjangan Beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang lulus ujian saringan masuk. Tunjangan Beasiswa pendidikam meliputi:
• Biaya SPP ( 4 triwulan )
• Biaya Matrikulasi/Prapasca

eXTReMe Tracker
Top Footer