Pusat Penelitian

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung sebagai lembaga pendidikan tinggi dibawah Kementerian Sosial RI, mempunyai misi menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana salah satunya adalah menyelenggarakan penelitian pekerjaan sosial yang berkontribusi terhadap pendidikan pekerjaan sosial Indonesia, kebijakan, dan program kesejahteraan sosial..

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, Pusat Penelitian (Puslit) STKS Bandung didukung oleh sumber daya manusia yang sebagian besar berlatar belakang pendidikan Magister (S-2) dan Doktor (S-3) di bidang ilmu sosial, khususnya pekerjaan sosial. Peneliti pada Puslit STKS Bandung terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan yang telah berpengalaman secara empiris dalam praktik pekerjaan sosial. Puslit juga memiliki jaringan kerja yang luas pada level nasional dan internasional. Hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian yang berguna bagi pengembangan sumber pustaka/referensi praktik pekerjaan sosial dan penanganan masalah kesejahteraan sosial.

Saat ini Puslit STKS Bandung mengkonsentrasikan diri pada kegiatan penelitian tentang perkembangan permasalahan kesejahteraan sosial, strategi, metode dan teknik intervensi praktik pekerjaan sosial dalam penanganan masalah sosial. Penelitian tentang sistem pelayanan sosial dalam penanganan masalah sosial juga menjadi konsentrasi kegiatan penelitian pada Puslit STKS Bandung. Lebih dari 200 judul penelitian, dengan sasaran dan masalah penelitian yang beragam telah dilaksanakan oleh Puslit STKS Bandung.
Kegiatan penelitian yang dilakukan para peneliti di STKS Bandung, dikelompokkan pada penelitian sebagai berikut:

  1. Penelitian unggulan adalah salah satu bentuk penelitian kompetisi di lingkungan STKS Bandung yang temanya telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi pekerjaan sosial. Penelitian unggulan terbuka bagi seluruh dosen tetap STKS Bandung dengan penetapan melalui seleksi terhadap makalah atau proposal penelitian yang disusun oleh perorangan atau kelompok.
  2. Penelitian kerja sama adalah penelitian yang dilaksanakan oleh STKS Bandung bekerja sama dengan lembaga lain, baik di lingkungan Kementerian Sosial maupun di luar Kementerian Sosial.
  3. Penelitian mandiri adalah penelitian yang dilaksanakan oleh dosen STKS, baik secara perorangan maupun kelompok dengan menggunakan dana pribadi atau lembaga. Penelitian ini dapat diajukan oleh seluruh dosen tetap STKS Bandung secara perorangan atau kelompok.

Untuk mengkristalisasikan kerangka teoritik dan praktik pekerjaan sosial dalam seting pelayanan pekerjaan sosial tertentu, Puslit STKS Bandung didukung oleh unit-unit kajian yang mengembangkan diri dalam bidangnya masing-masing. Unit-unit kajian tersebut adalah:

  1. Unit Kajian Kemiskinan dan CSR, unit yang memberikan perhatian pada kajian kemiskinan dan CSR berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  2. Unit Kajian Bencana dan Pengungsi, unit yang melaksanakan kajian-kajian terhadap berbagai aspek permasalahan kebencanaan dan pengungsian berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  3. Unit Kajian Anak dan Gender, unit yang mengkaji isu-isu yang terkait dengan situasi serta kebijakan anak dan gender, berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  4. Unit Kajian Pekerja Sosial Bidang NAPZA, adalah salah satu unit yang mengkaji dan menanggulangi masalah Napza berdasarkan pada perspektif pekerjaan sosial.
  5. Unit Kajian Kelembagaan Lokal dan Restorasi Sosial, unit yang memberikan perhatian pada kajian yang berhubungan dengan political care dan policy maker (agar pemerintah lebih memperhatikan kelompok miskin, rentan dan UKM/Koperasi).
  6. Unit Kajian Keluarga, unit yang mengkaji dan berkontribusi dalam mengatasi permasalahan keluarga maupun dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  7. Unit Kajian Disabilitas, unit yang melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan penelaahan/pengkajian dan penanganan permasalahan disabilitas baik yang dilaksanakan pemerintah, LSM maupun masyarakat berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  8. Unit Kajian Komunitas Adat Terpencil dan Masyarakat Transisi, merupakan aktivitas profesional pekerjaan sosial dengan melakukan berbagai kajian, pemberdayaan, perlindungan sosial dan pengembangan sumber daya komunitas adat terpencil dan masyarakat transisi.
  9. Unit Kajian Lanjut Usia (Lansia), unit yang mengkaji permasalahan lansia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan lansia berdasarkan perspektif pekerjaan sosial dengan menggunakan kerangka praktik pekerjaan sosial.
  10. Unit Kajian Pekerjaan Sosial dengan HIV dan Kesehatan, lembaga yang mengkaji permasalahan HIV dan kesehatan berdasarkan perspektif pekerjaan sosial.